Terkenal Sayang Karyawan, Perusahaan Maskapai Penerbangan Ini Akan Melakukan PHK Massal

Maskapai Penerbangan
Asap tampak mengepul dari pesawat Southwest Airlines. (Dok. Southwest Airlines/Instagram)
0 Komentar

Tantangan Finansial dan Perubahan Strategi

Selama pandemi, Southwest memperluas jaringannya dengan menambahkan 18 kota ke dalam rute penerbangannya.

Langkah ini diambil dengan harapan bahwa maskapai akan mengalami pertumbuhan pesat pascapandemi, sebagaimana yang terjadi pada periode-periode pemulihan sebelumnya.

Namun, kenyataannya, Southwest menghadapi kendala besar, mulai dari kenaikan biaya operasional, keterlambatan pengiriman pesawat dari Boeing, hingga keharusan untuk menyesuaikan strategi ekspansi.

Baca Juga:PHK Massal Semakin Menjadi-jadi, Tokoh Ternama Ini Mengundurkan Diri Melepas Jabatan yang MenterengPerusahaan Swasta Ternama Ini Akan PHK 8.000 Karyawannya Secara Global

Kini, Southwest berencana untuk membatasi pertumbuhan kapasitas hanya sebesar 1% hingga 2% per tahun hingga 2027.

Analis Raymond James, Savanthi Syth, menilai bahwa meskipun banyak pihak mengaitkan keputusan PHK dengan tekanan dari Elliott Investment Management, kenyataannya Southwest sudah menyadari perlunya perubahan jauh sebelum Elliott terlibat.

Menurut Syth, meskipun Elliott mungkin memberikan dorongan tambahan, Southwest sendiri telah lebih dulu mempertimbangkan penyesuaian operasional.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memang menyadari adanya ketidakseimbangan dalam strukturnya yang perlu segera diperbaiki.

Dampak terhadap Budaya Perusahaan

PHK ini diperkirakan akan lebih berdampak pada budaya Southwest yang selama ini terkenal dengan kepeduliannya terhadap karyawan, dibandingkan dengan manfaat finansial yang diperoleh dari efisiensi biaya.

Sejak awal berdiri, Southwest menganut filosofi yang dikembangkan oleh pendirinya, Herb Kelleher, bahwa karyawan yang bahagia akan menciptakan pelanggan yang puas, keuntungan yang stabil, dan pemegang saham yang sejahtera.

Filosofi ini bahkan tercermin dalam simbol saham Southwest, LUV, serta dekorasi hati yang menghiasi banyak pesawatnya.

Baca Juga:Telkom Bantu Bisnis UKM Tembus Pasar Lebih Luas dengan Memanfaatkan Teknologi DigitalBintang Real Madrid Jude Bellingham Terancam Skorsing 12 Pertandingan Usai Kartu Merah Kontroversial

Namun, beberapa pihak menilai bahwa seiring pertumbuhan maskapai, budaya perusahaannya mulai mengalami pergeseran.

Loyalitas karyawan terhadap Southwest selama ini sebagian besar didorong oleh kebijakan yang tidak pernah mem-PHK karyawan secara paksa, bahkan setelah serangan teroris 2001 maupun pandemi Covid-19.

Namun, dalam beberapa kasus, karyawan dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan pekerjaan atau pindah ke lokasi baru.

Tekanan Biaya yang Kian Meningkat

Walaupun Southwest menunjukkan peningkatan kinerja keuangan pada kuartal terakhir 2024, maskapai ini tetap menghadapi tantangan besar dalam mengendalikan biaya operasional.

Pada 30 Januari 2025, Southwest mengungkapkan bahwa kenaikan biaya terjadi lebih cepat dari perkiraan, yang akhirnya menghambat manfaat dari tingginya permintaan perjalanan wisata.

0 Komentar