TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dalam upaya mendukung program pemerintah yang berfokus pada pengembangan sekolah lapang dan demplot budi daya padi organik melalui Upland Project, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) teknis.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 13 Februari 2024, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cipatujah, dan melibatkan berbagai pihak seperti tim teknis, tim lapangan, akademisi, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta tenaga fasilitator desa.
Monitoring dan evaluasi dilakukan pada delapan lokasi demplot padi organik seluas satu hektar di masing-masing kelompok tani Upland Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga:Bukan Sekadar Bertani, Inilah Strategi Besar di Balik Pengembangan Padi Organik di Tasik UtaraPanen Lebih Menguntungkan! Inilah Peran BUMP dalam Peningkatan Harga Padi Organik di Kabupaten Tasikmalaya
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memantau sejauh mana perkembangan vegetatif dan generatif padi organik yang telah ditanam.
Demplot padi organik menjadi metode penyuluhan strategis yang memberikan kesempatan bagi petani untuk melihat secara langsung penerapan teknologi pertanian organik sehingga diharapkan mampu menerapkannya di lahan masing-masing.
Selama evaluasi, tim mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi petani serta meninjau penerapan teknologi spesifik lokasi yang digunakan.
Monitoring bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kegiatan di lapangan berjalan sesuai rencana. Berdasarkan hasil pengamatan, padi organik di lokasi tersebut telah berusia 37 hari setelah tanam (HST) dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik.
Namun, tim mengingatkan pentingnya pengamatan lapangan secara rutin agar masalah, terutama serangan hama dan penyakit, dapat diminimalisir sejak dini.
Selain itu, tim menekankan pentingnya koordinasi intensif antara petani dan petugas lapangan guna memastikan keberhasilan program.
Dengan demikian, diharapkan tujuan akhir berupa produksi padi organik yang maksimal dan ramah lingkungan dapat tercapai.
Baca Juga:Kelompok Tani Organik Mukti Sadaya Tasikmalaya Terkendala Mesin Penggiling Padi, Harapkan Bantuan PemerintahPeluang bagi Petani Kabupaten Tasikmalaya, Tren Konsumsi Sehat Pengaruhi Pertumbuhan Agribisnis Padi Organik
Kunjungan monitoring ini juga dilanjutkan ke beberapa desa yang menjadi lokasi demplot padi organik.
Saep, selaku ketua tim petugas lapangan, menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi petani dalam memahami manfaat dari penyerapan teknologi pertanian organik yang disampaikan oleh para penyuluh.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan proses alih teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi di wilayah tersebut.