Pantesan Gerah Banget! Cuaca Panas Ekstrem Melanda Asia, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Penyebab cuaca ekstrem panas di Indonesia
Cuaca panas melanda Indonesia sepekan terakhir. Menurut BMKG itu disebabkan Indonesia memasuki kemarau. Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Beberapa hari ini cuaca panas pada siang hari terasa lebih terik dari biasanya. Tapi ketika menjelang sore biasanya langsung turun hujan. Ternyata ada beberapa hal yang menjadi penyebab. Berikut ini adalah penjelasannya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada akun Instagramnya.

“Suhu panas yang ekstrem melanda negara-negara Asia sepekan terakhir, dengan Bangladesh mengalami rekor (terpanas) 51 derajat celcius. Indonesia tidak mengalami gelombang panas tetapi suhu maksimum udara permukaan juga tergolong panas,” tulis BMKG pada akun Instagramnya, Sabtu malam, 22 April 2023.

BMKG juga menjelaskan bahwa cuaca panas yang melanda Indonesia belakangan ini akibat dinamika atmosfer yang memang tak biasa. Wilayah Asia tengah diterpa gelombang panas akibat gerak semu matahari.

Baca Juga:Galendo, Oleh-Oleh Khas Ciamis yang MelegendaBupati Ciamis Ajak Masyarakat Bangun Kesalehan Sosial

“Suhu panas bulan April wilayah Asia Selatan secara klimatologis dipengaruhi gerak semu matahari: lonjakan panas tahun 2023 terparah,” tulisnya lagi pada Minggu 23 April 2023.

Penyebab lainnya adalah karena pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim. Hal ini membuat gelombang panas lebih sering terjadi. Kemudian sebab lainnya adalah Indonesia tengah memasuki musim kemarau.

Kemudian juga intensitas radiasi matahari tang tengah mencapai titik maksimumnya pada cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan. Suhu terpanas terjadi di wilayah Tangerang Selatan yang mencapai 37,2 derajat celcius.

“Ciputat, Tangerang Selatan mencatat suhu maksimum harian tertinggi pada dasarian II April, tepatnya tanggal 17 April 2023,” tulisnya lagi.

Berikut Ini Ikhtisar Parameter Iklim Dasarian II April 2023 yang dirilis BMKG:

  • Suhu minimum terendah: 13,5⁰C (20 April, Stasiun Meteorologi Enarotali, Papua Tengah)
  • Suhu maksimum tertinggi: 37,2⁰C (17 April, Balai Besar Wilayah II Tangerang Selatan, Banten)
  • Curah hujan harian tertinggi: 231mm/hari (13 April, Rembang, Losari, Jaw Tengah)
  • Kelembapan terendah: 36% (11 April, Stasiun Meteorologi Geser, Maluku)
  • Kecepatan angin harian tertinggi: 46,3KM/jam (16 April, Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badarudin II, Sumatera Selatan)

Beberapa waktu lalu BMKG juga menyatakan bahwa gerak semu matahari membuat posisinya tepat berada di atas garis ekuator. Indonesia adalah wilayah yang berada pada garis ini.

0 Komentar