Pemimpin ideal menurut naskah Sanghyang Siksakandang Karesian (SSK) adalah pemimpin yang dalam kepemimpinannya memiliki sifat dasa prasanta dan dalam pribadinya sudah melekat karakter kepemimpinan yang disebut  pangimbuhning twah ‘kharisma atau pamor’, agar dihormati, dicintai, dan disegani rakyatnya.

Karakter seorang pemimpin, berdasarkan  Leadership Modern Model  FBI  2012, meliputi cageur, bageur, bener, pinter, singer, dan teger. Sementara itu, orang Sunda pun selama ini sudah mengenal kelima sikap tersebut (tanpa teger). Meskipun sebenarnya dikenal juga istilah tajeur  dan wanter. Apakah kedelapan karakter tersebut wajib dimiliki oleh seorang pemimpin Sunda? Mengapa?

Baca selengkapnya, khusus pelanggan Epaper silakan klik, Login

Perhatian orang Sunda dalam masalah karakter atau sifat seorang pemimpin ideal adalah  cageur, yang dianggap dasar dari semua karakter, sesuai dengan sifat dasa prasanta dan pangimbuhning twah, dalam SSK. Seorang pemimpin harus ‘cageur’, dalam pengertian tidak sedang terkena penyakit, atau tidak dalam keadaan sakit, tetapi harus dalam keadaan sehat dan kondisi prima. Karena jika pemimpin dalam keadaan sakit, maka tidak akan mampu mengerjakan tugas kepemimpinannya. Seorang pemimpin harus sehat, kuat, enerjik, dan senantiasa bertindak dengan hati, yang berkaitan dengan Phisical Ability, yakni AQ  dan PQ.                                  

Seorang pemimpin dituntut memiliki sifat bageur, suka memberi, baik hati, dan  baik perilakunya.  Harus memiliki sifat lemah lembut, dalam arti tidak berperilaku kasar. Karakter Bageur  lebih mengarah kepada perilaku bijak, arif, saleh, dan ramah. Pemimpin harus berperilaku arif bijaksana dan saleh, di samping bijak dalam memandang segala hal serta ramah, karawaléya  dermawan’ menurut SSK. Kesalehan sosial sangat diperlukan dari seorang pemimpin, yang berkaitan dengan  Emotionaility Ability atau EQ.

Karakter atau sifat Bener ‘benar’, diartikan tidak salah, sungguh-sungguh. Seorang pemimpin harus lurus dan menjungjung tinggi kebenaran, memiliki sifat jujur  baik dalam perkataan, pemikiran, maupun perbuatan, agar dipercaya oleh orang lain, sehingga terjalin kesepahaman yang harmonis. Adanya kesepahaman antara pikiran, perasaan, dan tindakan saciduh metu saucap nyata,  selaras dengan  SQ atau Moral Ability .

Pemimpin harus pinter ‘pintar’/pandai, berpengetahuan, mampu bekerja, mudah mengerti. Pemimpin harus mahiman (berwawasan luas dan cerdas), memiliki berbagai macam pengetahuan dan berwawasan tinggi. Seorang pemimpin selain pinter ‘cerdas’ juga harus memiliki keseimbangan rasa dalam bertindak, menyangkut IQ atau Intelectual Ability.

Pemimpin ideal harus singer ‘trampil, gesit, dan cekatan’, yang disebut dengan  cangcingan.  Langsitan  rapekan’ , segala bisa, multitalenta dan pro aktif. Rajeun  ‘rajin’. Selama hidupnya tetap berkarya. Morogol-rogol  ‘bersemangat, beretos kerja tinggi’. Keinginannya untuk berkarya dengan kualitas unggul dan terbaik, berkenaan dengan PQ/ Personal  Abality.

Karakter lainnya yang dituntut dari seorang pemimpin ideal adalah  ‘teger’, dalam pengertian  ‘tidak takut dan tidak khawatir sedikit pun’. Harus Panceg hat‘tidak plin plan’, kalem dan berpendirian. Seorang pemimpin harus   ahiman ‘tegas’, prakamya serta leukeun ‘ulet/tekun’. Ketekunan dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan dengan penuh kesabaran. Pemimpin ideal tidak mudah putus asa dalam menghadapi segala kondisi. Teger berkaitan dengan wasitwa ‘terbuka untuk dikritik’, ‘legowo’ dan bijaksana serta terbuka untuk dikritik, selaras dengan RQ/Reliciance Ability. Sementara itu, seorang pemimpin harus mampu  berdiri kokoh di atas kaki sendiri atau memiliki sikap tajeur/tanjeur. Pemimpin harus prapti ‘tepat sasaran’; memiliki ketajaman berpikir, karena jika keliru atau berspekulasi hal itu akan menghambat tugasnya, hal ini  menyangkut ExQ atau Excellent Ability.

Wanter adalah sifat atau karakter, yang berani tampil dalam kondisi apapun. Karakter Wanter harus beriringan dengan purusa ning sa ‘berjiwa pahlawan, jujur, berani’. Pemimpin ideal harus kreatif dan inovatif, menurut SSK. Pemimpin berjiwa Wanter adalah  pembaharu yang berani menantang kemandegan pemikiran manusia, yang bijaksana, rasional dan memiliki keseimbangan rasa’. Wanter dalam SSK sebagai Paka Pradana, yang ‘berani tampil sopan dan beretika. Di samping itu, karakter demikian pun disebut dengan istilah  Gapitan, yakni berani berkorban untuk keyakinan dirinya. Semua karakter yang dimiliki pemimpin ideal dimaksud, pada akhirnya akan melahirkan manusa unggul (maung) yang ulet dan tangguh, sehingga melahirkan konsepsi ketahanan pribadi dan nasional.

Pemimpin yang memiliki dan menjiwai sifat cageur, bageur, bener, pinter, singer, teger, wanter, dan tajeur, adalah seorang figur pemimpin ideal yang ngarajaresi ‘sudah mumpuni’ serta dianggap master ‘tokoh’, yang mampu memberdayakan serta menyejahterakan orang banyak. Mereka dicintai, dikagumi dan digandrungi serta melegenda, sebagaimana diungkap dalam SSK, sehingga namanya melekat dan menjadi ‘ikon’ yang tidak mungkin pudar ditelan masa.  (*)

%d blogger menyukai ini: