BMKG dan BNPB Mengeluarkan Peringatan Dini soal Bencana Alam

Mewaspadai Bencana Banjir dan Longsor

ATAP AMBRUK. Atap rumah warga di Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya ambruk saat hujan melanda Kota Tasikmalaya, Minggu (1/8/2021). BMKG memperingatkan warga untuk mewaspadai bencana alam.

TASIK – Hujan deras diprediksi akan terjadi untuk beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai bencana banjir dan longsor.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Erik Yowanda mengatakan, saat ini wilayah Kota Tasikmalaya masih masuk pada musim kemarau, tetapi dua atau tiga hari ke belakang, pihaknya mendapatkan informasi soal peringatan dini dari BMKG tentang bahaya longsor dan banjir. ”Itu karena diprediksi akan ada hujan lebat. Jadi peringatan banjir longsor dikeluarkan oleh BMKG,” kata Erik, Senin (2/8/2021).

Erik juga menjelaskan, saat ini musim kering belum selesai, tetapi sudah ada peringatan bahaya banjir dan longsor. ”Diperkirakan turun hujan masih akan terjadi untuk beberapa hari ke depan,” ujar Erik.

Menurut Erik, memang cuaca saat ini tidak menentu. Meskipun musim kering, tetapi masih turun hujan. Bahkan suhu udara pun tidak menentu: kadang terasa dingin juga terasa panas. ”Masyarakat harus lebih meningkatkan kewaspadaan, khususnya masyarakat yang berada di daerah rawan longsor dan banjir, termasuk aparat dan masyarakat juga melihat kondisi alam supaya tidak terjadi bencana yang tidak diinginkan,” kata dia mengimbau.

Hujan dalam beberapa hari terakhir ini mengguyur Kota Tasikmalaya menyebabkan satu rumah ambruk di Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Minggu (1/8/2021). ”Itu atap rumah ambruk, karena memang kondisi rumah sudah kurang baik,” kata Erik menjelaskan.

Untuk rumah ambruk itu, kata dia, sudah dilakukan penanganan dan assessment lapangan. Pihak BPBD Kota Tasikmalaya sudah mendorong pihak terkait memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada korban.

“Bahkan kita mengupayakan bantuan stimulan. Walau saat ini memang terkendala karena adanya pores di keuangan,” kata dia menjabarkan.
Erik berharap, meskipun saat ini cuaca tidak menentu, tidak terjadi bencana.

“Mudah-mudahan ke depannya tidak ada bencana, meskipun cuaca tidak menentu,” ujar Erik berharap. (ujg)

Be the first to comment on "Mewaspadai Bencana Banjir dan Longsor"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: