Identitas Masyarakat Dicek di Jembatan Pancimas

BERSIAP RAKOR. Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana, SIK, MSi dan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata serta Forkopimda saat akan menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Pangandaran. Rapat tersebut digelar Aula Hotel Pantai Indah Pangandaran pada Senin sore (3/5/2021).

PANGANDRAAN – Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana, SIK, MSi menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Pangandaran. Rapat tersebut digelar Aula Hotel Pantai Indah Pangandaran pada Senin sore (3/5/2021).

Ditemui terpisah, pada Selasa (4 Mei 2021), Kapolres Ciamis AKBP Hendria Lesmana, SIK, MSi, menjelaskan mengenai rapat koordinasi tingkat Kabupaten Pangandaran membahas tentang kebijakan pemerintah pusat melarang mudik.

Beberapa poin utama disampaikan dan dibahas dalam Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata.

”Terkait kebijakan larangan mudik, kami akan melaksanakan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2021 sebelum hari Lebaran. Dalam operasi itu, kami menyediakan 3 jenis pos yaitu Pos Penyekatan, Pos Pengamanan, dan Pos Pelayanan,” tutur Kapolres.

”Terkait Pos Penyekatan ini Tidak ada Masyarakat dari daerah lain memasuki wilayah Kabupaten Ciamis dan Pangandaran kecuali Emergency atau darurat,” ujarnya.

Kapolres menuturkan, atas kebijakan itu Polres Ciamis mendirikan Pos Penyekatan di wilayah Kabupaten Pangandaran. Sebab di wilayah hukum Polres Ciamis, Pancimas Kalipucang menjadi jalur penghubung masuk ke wilayah Cilacap Jawa Tengah dari Jawa Barat bagian selatan.

”Personel kami yang bertugas di Pos Penyekatan terhadap kendaraan/masyarakat hendak masuk atau keluar Pangandaran melalui Jembatan Pancimas Kalipucang akan diperiksa kelengkapannya. Mulai dari surat identitas, surat izin dari pejabat instansi, tangan basah tanda tangan elektronik, surat izin perusahaan, surat izin kepala desa dan dokumen keterangan negatif Covid-19,” tuturnya.

Itu diperiksa lantaran selama masa penyekatan dari tanggal 6-17 Mei 2021, kata Kapolres, karena di tanggal tersebut hanya kendaraan emergency dan pengangkut barang maupun kebutuhan pokok saja yang diperbolehkan melintas.

“Bagi mereka yang tidak memenuhi persyaratan itu maka akan kami puter balikan arah. Pelarangan mudik ini dilakukan pemerintah sebagai upaya meminimalisir dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Kapolres juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan mobilitas pada saat malam takbir. Sebab mobilitas warga di malam takbir dapat menimbulkan kerumunan yang mengakibatkan penyebaran Covid-19.

“Untuk kebijakan pemerintah pusat yaitu pada saat hari H tidak dilaksanakannya mobilisasi massa yaitu takbiran keliling atau kegiatan lainnya yang menimbulkan kerumunan,” ucap Kapolres. (isr)

Be the first to comment on "Identitas Masyarakat Dicek di Jembatan Pancimas"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: