Pegawai Positif Covid-19, Kantor BPPKAD Ditutup

Proses Pencairan Tiap OPD Terganggu

BANJAR – Jumlah pegawai di kantor Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Kini menjadi tujuh orang. Awalnya hanya lima orang.

“Iya betul yang di BPPKAD yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah, dari sebelumnya lima orang sekarang jadi tujuh orang,” kata pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kota Banjar Kholilurokhim SKM kepada wartawan, Selasa (13/4/2021). Sementara, kata dia, pegawai lainnya yang pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya hasil swab test PCR negatif.

Kepala BPPKAD Kota Banjar Agus Eka mengatakan ada tujuh orang yang terpapar virus corona di kantornya. “Pegawai yang kontak erat sudah dilakukan swab test. Kantor disemprot disinfektan untuk yang keempat kalinya,” jelasnya.

Sementara itu, kata dia, jika kantor BPPKAD kembali ditutup, maka proses pencairan di OPD lain akan terkendala. Karena server dan lainnya ada di kantor.

“Banyak yang menjerit dari OPD lain. Dari Rabu sampai Jumat kemarin saja ada OPD yang protes, pencairan tidak bisa dilakukan. Kantor tidak perlu ditutup sementara dan pegawainya tidak WFH, tetapi WFO. Tapi inilah proses yang menggangu proses pencairan yang dikeluhkan para OPD lainnya,” ujarnya. (nto)

Be the first to comment on "Proses Pencairan Tiap OPD Terganggu"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: