Absensi Online Harus Jadi Evaluasi Kinerja ASN

BANJAR – Penerapan absensi online (presensi) harus efektif meningkatkan kinerja dan disiplin pegawai. Pasalnya, sanksi yang diterapkan juga begitu berdampak pada pegawai yakni pemotongan langsung gaji yang diambil dari tambahan tunjangan penghasilan (TPP).

“Langkah BKPPD dalam menerapkan presensi sudah bagus demi meningkatkan kedisiplinan ASN, namun harus ditunjang juga dengan peningkatan kinerjanya. Jangan hanya mengejar di­siplin kehadiran saja namun kinerjanya juga,” kata to­koh pemuda Kota Banjar An­di Maulana, Minggu (11/4/2021).

Menurut dia, BKPPD juga ha­rus memiliki rekap data keterlambatan seluruh ASN, termasuk jumlah no­minal potongan gajinya. Hal itu untuk bahan eva­lusi pemerintah dalam men­ciptakan pemerintahan yang good governance.
“Harusnya punya rekap dari seluruh OPD, kan tinggal minta saja laporannya kemudian ditotalkan untuk bahan evaluasi,” kata dia.

Dalam transisi absensi ke online memang memiliki banyak kendala, salah satunya titik GPS sering erorr atau tidak akurat. Terjadi kendala erorr aplikasi seperti titik kordinat GPS yang tidak sesuai dengan lokasi saat pegawai menentukan titik absen.

“Harus mendapat pe­nyem­purna­an terutama dalam teknis IT-nya, jangan sampai kendala seperti itu kembali terulang dan membuat pegawai tidak nyaman atau menjadi kerugian bagi pegawai,” kata Wakil Wali Kota Banjar H Nana Suryana.

Ia menjelaskan, penerapan presensi sangat baik untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai. Namun dalam masa transisi ini, OPD yang menangani presensi harus terus melakukan evaluasi dan perbaikan dari semua kendala yang terjadi saat ini. Sehingga kedepan, presensi berjalan dengan baik.

“Harus terus diperbaiki jika masih terjadi kendala. Presensi ini baik untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai yang berkaitan dengan PP 53 tahun 2010,” katanya. (cep)

Be the first to comment on "Absensi Online Harus Jadi Evaluasi Kinerja ASN"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: