Senang Menolong dan Bermanfaat untuk Sesama

Nida Noervika Dewi SPd

Nida Noervika Dewi SPd (50) ingin hidupnya tidak ingin sia-sia. Oleh karenanya, dia merasa senang bisa bermanfaat untuk orang banyak, dengan melakukan pengabdian di dunia pendidikan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.

Perempuan kelahiran Tasikmalaya ini serius menjadi tenaga pendidik setelah lulus dari SMAN 1 Tasikmalaya lulus 1988.

Wujud keseriusannya melanjutkan di perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun untuk program diploma ikatan kedinasan.

”Waktu kuliah dari tahun 1988-1991 saya pernah menjadi tenaga pendidik di bimbingan belajar untuk anak-anak SMA secara sukarela di Masjid Salman ITB. Dengan mengajar setiap Minggu sekali,” katanya kepada Radar, Kamis (8/4/2021).

Karena sejak mahasiswi sudah aktif mengajar di bimbingan belajar secara gratis. Nida semakin terbiasa berkecimpung untuk program sosial untuk anak-anak.

“Menjadikan saya terus mendekat untuk memberikan pelayanan pendidikan tanpa hitung-hitungan,” ujarnya saat menceritakan pengalaman kembali.

Nida pun semakin getol di dunia pendidikan, sampai-sampai mengisi kekosongan waktu pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 1992 di SMAN 3 Ciamis.

“Karena ada waktu kosong menunggu pengangkatan ASN, saya mengabdikan diri di SMP-SMA Ibnu Sina Tasikmalaya selama 6 bulan dengan mengajar fisika,” katanya yang menikah sejak tahun 1992 dan kini dikaruniai empat anak itu.

AKRAB. Nida Noervika Dewi SPd (kiri) bersama siswinya.

Nida pun menjadi guru ASN, cukup singkat. Karena ikut pindah dengan suami pindah kerja, sehingga memutuskan berhenti menjadi guru berstatus ASN pada tahun 1996.

“Namun suami terus menyemangati saya, kalau senang mengajar tidak harus di sekolah negeri tetapi bisa di swasta,” ujarnya dengan nada halus itu.

Yakin bisa mengamalkan ilmu di mana saja, dia mulai mendirikan secara mandiri Taman Pendidikan Al Qur’an Baiturrahman di Kabupaten Bandung.

“Dari situ ternyata berkembang karena pengelolaan administrasi dan program bagus,” katanya menjelaskan.

Melihat keberhasilan Nida dalam mengelola sekolah. Dirinya diajak membantu dalam pengembangan Yayasan Pendidikan Nur Al-Rahman Cimahi pada tahun 2006.

“Karena sudah passion dan senang membantu, saya tidak pernah mematok gaji. Cukup ketika liat guru-guru banyak dan program berjalan lancar menjadi ikut bahagia,” ujarnya sambil tersenyum.

Sukses membantu yayasan tersebut, Nida pun semakin moncer dipercaya untuk memegang lembaga pendidikan di berbagai yayasan.

Dia pun diajak lagi untuk bisa mengembangkan pendidikan di lembaga baru yaitu Inspirasi Cendekia Auladi hingga 2013.

“Dengan saya percaya, ketika menolong agama Allah, pasti akan dipermudah segala urusan dunia dan akhirat,” katanya sambil bersyukur.

Agar memberikan manfaat lebih besar, karena Nida menempuh pendidikan di STKIP Siliwangi Bandung dari 2012 hingga 2015 mengambil pendidikan non formal. Dia pun mendirikan bimbingan belajar dan pusat kegiatan belajar masyarakat di Cimahi

“Tidak berpikir berapa uang yang akan dia dapatkan. Tetapi agar bisa mengalirkan amal kebaikan,” ujarnya menjelaskan.

Melihat orang tua sudah sepuh, Nida pulang ke Tasikmalaya untuk merawatnya, karena sudah sepuh. Sambil menjaga orang tuanya, pada tahun 2014 dipercaya untuk memegang SMA IT Ishlahul Ummah Kota Tasikmalaya.

“Setelah mengobrol dengan yayasannya ternyata nyambung sehingga saya bergabung di SMA IT Ishlahul Ummah Kota Tasikmalaya ini,” katanya yang nama suaminya Iwan Yuliatna itu.

Dengan pengalamannya mengembangkan sekolah lebih baik, dari awalnya kelas XI hanya ada 14 orang dan X ada 7 orang di SMA IT Ishlahul Ummah Kota Tasikmalaya. Dia pun menggaet lulusan SMP IT Ishlahul Ummah Kota Tasikmalaya bebas uang gedung.

“Setelah pulang ke Tasikmalaya, pada 2014 saya kembali dipercaya mengabdi di SMA IT Ishlahul Ummah Kota Tasikmalaya. Berasa hidup saya tidak sia-sia,” ujarnya dari alumnus S1 STKIP Siliwangi Bandung lulus 2015.

Dia pun meletakkan kebahagiaan bukan dari materil, tetapi ketika bisa membahagiakan orang lain.
“Senang saja bisa memberikan sesuatu kepada orang lain dan anak-anak bisa memperoleh pengetahuan,” katanya dengan optimis.

Oleh karenanya, dia pun terus menambah pengalaman belajar yang kini sedang melanjutkan pascasarjana di Universitas Widyatama Bandung mengambil Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Selain, syarat kualifikasi menjadi kepala sekolah juga ingin ilmunya lebih banyak, sehingga bisa bermanfaat mengembangkan lembaga dan berdampak pada semuanya.

“Apa yang saya bisa berikan orang lain ketika mengetahui ilmunya pasti diberikan,” ujarnya mengakhiri wawancara. (riz)

Be the first to comment on "Senang Menolong dan Bermanfaat untuk Sesama"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: