Pengusaha Angkutan Akan Tetap Beroperasi Seperti Biasa

Organda Tolak Larangan Mudik

Pengusaha angkutan akan tetap beroperasi jelang Hari Raya Idul Fitri, walaupun mudik dilarang pemerintah.

CIAMIS – Pemerintah sudah menetapkan larangan mudik pada Idul Fitri tahun ini untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut ditanggapi Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Ciamis yang menyatakan tidak sepakat dengan larangan mudik.

Sekretaris Organda Kabupaten Ciamis Ekky Brata Kusuma mengaku kurang setuju apabila mudik lebaran dilarang oleh pemerintah. Karena para pengusaha angkutan sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut mudik Idul Fitri tahun ini. “Sekarang modal persiapan sudah keluar, kalau dilarang jelas kami rugi. Karena tahun kemarin juga sudah dilarang, sekarang dilarang lagi,” ujarnya kepada Radar, Selasa (6/4/2021).

Menurut dia, setiap perusahaan angkutan itu mempunyai beban masing-masing, dan cukup besar. Seperti Budimana yang memiliki karyawan mencapai 5.000 orang dan Gapuraning Rahayu (GR) sekitar 800 pegawai. “Tahun lalu saja banyak pegawainya yang dirumahkan,” ujarnya.

“Pemerintah ini jangan hanya bisa melarang, tapi harus juga memberikan solusinya kepada pengusaha angkutan. Karena mereka bebannya sangat berat, mulai dari merawat kendaraan dan menggaji pegawainya,” kata dia, menambahkan.

Kata dia, di tengah pandemi Covid-19 ini banyak solusi yang seharusnya diberikan pemerintah kepada para pengusaha angkutan. Misalnya memberikan kredit ringan dari perbankan BUMN, sehingga bunganya lebih terjangkau. “Pemerintah harus berpikir sejauh itu dong, jangan hanya melarang-larang dan tidak memberikan solusi,” tuntasnya.

Kata dia, walaupun ada larangan, para pengusaha angkutan tetap akan beroperasi seperti biasa pada Bulan Ramadan dan menjelang lebaran. (isr)

Be the first to comment on "Organda Tolak Larangan Mudik"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: