Siklon Tropis Seroja yang Porak Porandakan NTT

Badai siklon tropis melanda Nusa Tenggara Timur dan menyebabkan puluhan orang tewas. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, sumber bencana tersebut adalah bibit siklon tropis 99S itu kemudian disebut dengan nama Seroja, sesuai dengan urutan nama dari BMKG secara internasional.

Melansir dari BMKG, Senin (5/4/2021), siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km/jam.

Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26,5 derajat Celcius.

Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam dan bisa bertahan setidaknya enam jam. Masa hidup suatu siklon tropis rata-rata berkisar antara 3 hingga 18 hari.

Kadangkala di pusat siklon tropis terbentuk suatu wilayah dengan kecepatan angin relatif rendah dan tanpa awan yang disebut dengan mata siklon. Diameter mata siklon bervariasi mulai dari 10 hingga 100 km.

Kawasan tropis seperti Indonesia jarang terjadi siklon tropis. Angin badai ini lebih sering terjadi di wilayah subtropis di lintang 10 derajat – 20 derajat dari ekuator. Sekitar 65 persen siklon tropis terbentuk di kawasan ini.

Siklon pertama yang mendapat nama bunga adalah siklon yang terjadi pada tahun 2010. Kala itu, BMKG memberi nama siklon itu dengan nama bunga Anggrek hingga Flamboyan.

BMKG baru memiliki kewenangan menamai siklon tropis di Indonesia sejak 2008 ketika Tropical Cyclone Warning Center berdiri di Jakarta. Nama siklon pertama yang lahir dari BMKG adalah Durga, tokoh pewayangan yang dikenal di Jawa.

BMKG memang kerap menggunakan nama bunga untuk penamaan siklon tropis. Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca di Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), Ramlan menjelaskan bahwa ada makna khusus dalam memilih nama tersebut.

“Karena kita pikir bunga itu indah, dengan tumbuhnya itu, kita harapkan bukan kenestapaan tapi keindahan yang kita dapat,” kata Ramlan ketika ditemui di kantor pusat BMKG di kawasan Gunung Sahari (30/11/2017). (jp)

Be the first to comment on "Siklon Tropis Seroja yang Porak Porandakan NTT"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: