Mewujudkan Generasi Peneliti

PEMBERIAN PENGHARGAAN. Staf Biro Kerja Sama Hukum dan Humas LIPI Tri Budi (kanan) didampingi Kepala SMA Al Muttaqin Tasikmalaya Drs Jenal Al Purkon MPd (kanan, kedua) setelah memberikan penghargaan kepada peserta KTI proposal penelitian terbaik, Rabu (31/3/2021).

TASIK – SMA Al Muttaqin Tasikmalaya bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaksanakan Pelatihan Karya Tulis bagi Siswa dan Guru se-Wilayah Priangan Timur dari 29-31 Maret 2021 di SMA Al Muttaqin Tasikmalaya.

Tema pelatihan itu Membangun Kepekaan Diri Pelajar dalam Merespons Fenomena Alam dan Sosial di Era Pandemi Covid-19 melalui Karya Tulis Ilmiah. Pelatihan ini menggunakan blended learning dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Kepala SMA Al Muttaqin Tasikmalaya Drs Jenal Al Purkon MPd menyebutkan, sebanyak 95 peserta dari SD, SMP, SMA dan guru mengikuti pelatihan karya tulis ilmiah (KTI) bersama LIPI. Dengan harapan bisa melahirkan para peneliti muda yang peduli dengan lingkungan.

“Pelatihan ini penting untuk pengembangan diri siswa ataupun guru karena bisa memahami pembuatan proposal penelitian yang baik dan benar sehingga mampu mengikuti lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional ataupun internasional,” katanya kepada Radar, Rabu (31/3/2021).

Lanjut Jenal, hal itu bisa terjadi karena LIPI memberikan pelatihan KTI kepada mereka dengan lengkap. Diantaranya mendapatkan materi dan pelatihan; pengantar penelitian penulisan KTI dan pengenalan struktur proposal dan teknik penulisan proposal seperti; penelitian latar belakang, tujuan, studi literatur, kerangka konseptual, dan metode.

Lalu, peserta KTI ini diberikan tugas membuat proposal kegiatan sesuai tema. Lalu dievaluasi dan penajaman bagian pendahuluan, studi literatur metode.

“Peserta juga mendapatkan teknik penulisan laporan KTI dan teknik presentasi. Kemudian diberikan tugas perbaikan proposal kegiatan dan pembuatan presentasi lanjutan,” ujarnya.

Peserta pun melakukan juga presentasi dari hasil proposal penelitiannya sendiri. Setelahnya LIPI melalui Instruktur Pelatihan KTI seperti dari Dr Sukma Surya Kusumah untuk membimbing siswa IPA Tek, M Soekari MSi membimbing siswa IPSK, dan Dr Dede Heri Yuli Yanto membimbing guru.

“Mereka yang memberikan evaluasi dan rekomendasi perbaikan proposal penelitian dari KTI siswa dan guru,” katanya.

Setelah adanya evaluasi, para instruktur pelatihan KTI menyebutkan proposal penelitian KTI dari siswa dan guru terbaik. Dengan judul proposal dari IPA Tek yaitu Pemanfaatan Jahe, Kunyit dan Serai dengan Tambahan Daun Meniran sebagai Peningkatan Imunitas Tubuh di Masa Pandemi Covid-19 dari Najma Arsya Karimah SMA Al Muttaqin Tasikmalaya.

Selanjutnya, proposal penelitian KTI untuk IPSK dengan judul Analisis Penggunaan Bahasa Gaul Belajar dalam Berinteraksi Sosial, dari Candra Nur Fadilah yang bersekolah di MA El Bas Ciamis.

“Kategori guru yang terbaik proposal yang memiliki judul Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Baterai dan Limbah Padat Tahu dengan Penambahan Cuka sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan yang Ramah Lingkungan. Itu dari guru SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya Yanti SSi MSi,” ujarnya.

Semua peserta KTI terbaik tersebut akan menjadi peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional pada Juni 2021 mendatang, secara virtual.

Koordinator Fungsi Pembinaan Ilmiah LIPI, Yutainten menjelaskan kegiatan ini merupakan proses pembelajaran yang berharga bagi siswa dan guru untuk terus mengembangkan inovasi penelitiannya secara berkelanjutan.

“Manfaatnya bisa membangun generasi cinta sains dan terbuka pengetahuannya,” katanya.
Wujud ini karena LIPI berkiprah dalam bidang riset terkait penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan. “Karena dengan riset ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menciptakan generasi unggul untuk menyongsong bonus demografi lebih baik,” ujarnya. (riz)

Be the first to comment on "Mewujudkan Generasi Peneliti"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: