AS Tangguhkan Kesepakatan Perdagangan Myanmar

PERJUANGAN. Pengunjuk rasa antikudeta menggunakan katapel besar untuk menghadapi polisi di Yangon, Myanmar Minggu (28/3/2021). Pengunjuk rasa di Myanmar kembali ke jalan hari Minggu untuk mendesak tuntutan mereka kembali ke demokrasi, hanya sehari setelah pasukan keamanan membunuh lebih dari 100 orang di hari paling berdarah sejak kudeta militer bulan lalu.

WASHINGTON – Amerika Serikat pada Senin (29/3/2021) menangguhkan kesepakatan perdagangan dengan Myanmar sampai pemerintahan demokratis dipulihkan di negara Asia Tenggara itu setelah kudeta 1 Februari diikuti dengan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa.

Militer menggulingkan pemerintah terpilih, memenjarakan Aung San Suu Kyi dan para pemimpin sipil lainnya serta membunuh dan memenjarakan para pengunjuk rasa di negara yang juga dikenal sebagai Burma itu.

Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "AS Tangguhkan Kesepakatan Perdagangan Myanmar"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: