Bom Meledak di dekat Katedral Katolik

Yusuf Wahil/AP PENGAMANAN. Seorang petugas polisi berjaga di dekat sebuah gereja tempat ledakan meledak di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, Minggu (28/3/2021).

MAKASSAR – Pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di luar Katedral Katolik Roma di Makassar, Sulawesi Selatan, saat Misa Minggu Palma, Minggu (28/3/2021). Sedikitnya ada 14 orang yang mengalami luka-luka.

Video seluler yang diperoleh The Associated Press memperlihatkan bagian-bagian tubuh yang berserakan di dekat sepeda motor yang terbakar di gerbang Katedral Hati Kudus Yesus.

Serangan itu terjadi saat Indonesia dalam kondisi siaga tinggi menyusul penangkapan Aris Sumarsono, yang dikenal sebagai Zulkarnaen, pemimpin Jemmaah Islamiyah pada Desember lalu.

Wilhelmus Tulak, seorang imam Katolik yang memimpin Misa ketika bom meledak sekitar pukul 10.30 pagi WITA, mengatakan kepada wartawan bahwa ledakan keras mengejutkan jemaahnya yang baru saja menyelesaikan kebaktian Minggu menandai dimulainya Pekan Suci sebelum Paskah.

“Kelompok pertama pengunjung gereja sedang berjalan keluar dari gereja sementara kelompok lain masuk ketika ledakan terjadi,” katanya dikutip Radar Tasik dari Associated Press News.

Dia mengatakan, petugas keamanan mencurigai dua pengendara yang ingin masuk ke dalam gereja. Salah satu dari mereka meledakkan bahan peledaknya dan tewas di dekat gerbang setelah dihadang oleh penjaga. Yang terluka termasuk empat penjaga dan beberapa pengunjung gereja.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan dalam jum­pa pers di Jakarta, polisi masih ber­usaha mengidentifikasi dua penye­rang dengan sepeda motor yang menggunakan bahan peledak kuat.
Dia mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki apakah mereka terkait dengan afiliasi lokal dari jaringan Jemaah Islamiyah yang dilarang atau bertindak secara independen.

Sekitar 64 tersangka telah ditahan oleh pasukan kontraterorisme Indonesia, yang dikenal sebagai Densus 88, di beberapa provinsi, termasuk 19 orang bulan lalu di Makassar. Penangkapan itu menyusul informasi tentang kemungkinan serangan terhadap polisi dan tempat ibadah.

Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, telah memerangi militan sejak pemboman di pulau resor Bali pada tahun 2002 menewaskan 202 orang, kebanyakan turis asing. Serangan yang ditujukan pada orang asing telah digantikan dalam beberapa tahun terakhir oleh serangan yang lebih kecil dan tidak terlalu mematikan yang menargetkan pemerintah, polisi dan pasukan anti-terorisme serta orang-orang yang dianggap militan sebagai kafir.

Pengadilan melarang Jemaah Islamiyah pada 2008, dan kelompok itu dilemahkan oleh tindakan keras berkelanjutan. Ancaman baru telah muncul dalam beberapa tahun terakhir yang terinspirasi oleh serangan kelompok ISIS di luar negeri.

Serangan besar terakhir negara itu terjadi pada Mei 2018, ketika dua keluarga melakukan bom bunuh diri di kota terbesar kedua di Surabaya, menewaskan belasan orang termasuk dua gadis muda yang orang tuanya melibatkan mereka dalam salah satu serangan. Polisi mengatakan, ayahnya adalah pemimpin afiliasi lokal kelompok Negara Islam yang dikenal sebagai Jemaah Anshorut Daulah. (snd)

Be the first to comment on "Bom Meledak di dekat Katedral Katolik"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: