Meningkatkan Kualitas Pemain dan Tim

PEMBUKAAN. Ketua Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya, Juandi SKm bersama Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya Saeful Hidayat menyalami para pemain saat pembukaan Kompetisi Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya Jumat (26/3/2021).

Geliat sepakbola di Kabupaten Tasikmalaya terus meningkat. Itu seiring Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya aktif membangkitkan olahraga paling populer di dunia ini.

Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya juga melaksanakan Kompetisi Antar Klub di Kabupaten Tasikmalaya. Kompetisi tersebut dilaksanakan di Lapangan Brigif Raider 13/ Galuh dan dimulai Jumat (26/3/2021).

Setiap harinya ada empat tim yang bertanding. Pada hari pertama yang bertanding yaitu DMR Ciawi, Perkasa Muda Ciawi, Tunas Karya Lengkong Cikatomas dan Persi Manonjaya.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya, Juandi SKm mengatakan, kompetisi tersebut merupakan tahapan kompetisi kelompok usia kelahiran tahun 2001 sampai 2004.

”Diselipkan juga pemain yang memang potensial untuk kelahiran tahun 2005, itu dibatasi hanya 5 pemain di setiap tim,” katanya kepada Radar, Jumat (26/3/2021).

SIAP BERTANDING. Pertandingan hari kedua Kompetisi Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya di Lapangan Brigif Raider 13/Galuh, Sabtu (27/3/2021).

“Pertandingan dilaksanakan setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu,” kata dia menambahkan.
Pertandingan kompetisi tersebut akan berhenti sementara selama Ramadan nanti dan dilanjutkan setelah Lebaran. “Pertandingan akan dilaksanakan sebanyak 14 kali sebelum bulan Ramadan,” kata dia.

Untuk kompetisi internal Askab, kata Juandi, diikuti 41 tim. “Mudah-mudahan di akhir nanti memunculkan atlet sepak bola yang berpotensi,” kata dia.

Tujuan utama dari kompetisi Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya yaitu melaksanakan amanat kongres PSSI tahunan dan menjaring atlet yang berpotensi.

“Ada tiga kompetisi yang akan di laksanakan tahun ini diantaranya kompetisi internal, usia 2001, usia 13 tahun dan 15 tahun,” ujar dia.

Selain itu juga bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan para atlet dalam proses pembinaan di usia menjelang profesional. “Ini juga bagian dari tahapan pengisian atlet potensial untuk mengisi BK Porprov,” kata dia.

Nantinya, para pemain yang memang potensial itu akan direkomendasikan dan mengikuti tim BK Porprov, melalui tim penilai yang sudah disediakan oleh Askab PSSI Kabupaten Tasikmalaya.

“Karena saat ini memang masih ada proses seleksi degradasi di tim BK Porprov yang dalam proses training center saat ini,” kata dia.

Karena pendaftaran BK Porprov tersebut mulai pendaftaran pada bulan April mendatang, diharapkan masih ada pemain yang memang masuk tim inti BK Porprov. “Meskipun nantinya diterima tidaknya yang direkomendasikan itu tergantung kepala pelatih BK Porprov,” kata dia.


Di samping itu, kompetisi tersebut juga untuk melihat sejauh mana potensi atlet, yang memang tidak terlihat dalam seleksi sebelumnya atau tidak bisa ikut.

“Kami juga memberikan kesempatan bagi atlet yang memang berpotensi, intinya masih ada kesempatan untuk masuk tim inti kalau memang berpotensi,” ujar Juandi.

Kompetisi tersebut, karena bagian dari pembinaan tim atau pemain sepak bola dan meningkatkan kualitas atlet sepak bola di Kabupaten Tasikmalaya. “Mudah-mudahan sepak bola lebih maju di Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.

Juandi menjelaskan, dalam pertandingan ini akan diambil pemain terbaik dengan juara 1, 2 dan 3. “Bagi tim yang juara akan mendapatkan trofi dan uang pembinaan,” kata dia.

Menurut dia, bila dalam pertandingan internal tersebut ditemukan pemain yang potensial, akan direkomendasikan masuk tim BK Porprov Jabar.

“Akan disesuaikan dengan usia, karena ada Piala Soeratin dan lainnya termasuk yang usia 13 dan 15 tahun akan diikutsertakan pada ajang turnamen Tingkat Provinsi dan seterusnya,” kata dia. (ujg)

Be the first to comment on "Meningkatkan Kualitas Pemain dan Tim"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: