Mandiri dan Kerja Keras

Endang Romdon SPd

Endang Romdon SPd mempunyai prinsip hidup melihat, mendengar dan melakukan. Hal itu, diterapkannya bekerja dan berbisnis.

Pria kelahiran Kabupaten Ciamis inidilahirkan di keluarga yang sederhana. Hal itu yang membuat semasa kecilnya ia hidup penuh perjuangan untuk melanjutkan pendidikan.

”Sejak sekolah menengah pertama saya itu sambil bekerja menjadi buruh petik kelapa, cengkeh, dan nyuci mobil,” katanya kepada Radar, Jumat (26/3/2021).

Endang yang mempunyai pandangan dengan kemandirian dan kerja keras bisa mendapatkan kesuksesan. Setiap harinya digunakan belajar dan bekerja.

“Dengan membagi waktu, jam sekolah digunakan belajar dan jam pulang sekolah dimanfaatkan untuk mencari uang,” ujarnya menceritakan.

Dengan penghasilan tersebut, Endang bisa dipergunakan untuk membayar sekolah, perlengkapan sekolah, dan membantu ekonomi keluarga.

“Sejak SMP hingga menjadi sarjana sudah terbiasa membiaya sendiri,” katanya dari orang yang memiliki kerja keras itu.

Endang pun menceritakan semasa berkuliah di IKIP Bandung, sering menjadi kernet bis, jualan ayam, dan juru ketik.

“Di saat masih kuliah saya pun untuk mendapatkan uang dengan membantu tukang ayam sampai-sampai sering tidur di rumah potong ayam. Lalu menjadi kernet bus dan juru ketik untuk membantu tugas teman,” ujarnya mengenang.

Beruntung setelah lulus kuliah Jurusan Pendidikan Luar Biasa di IKIP Bandung tahun 1998, saat yang lainnya mengalami krisis ekonomi, berbekal dari keterampilan ternak ayam bisa membantu perekonomiannya.

“Tahun 1998 terjadi krisis ekonomi, justru saya mendapat keuntungan di luar menjadi guru sekolah luar biasa yaitu dengan beternak ayam. Dalam jangka dua minggu menghasilkan Rp 700.000,” kata dia sambil mengenang.
“Pada saat itu, saya juga menjadi guru luar biasa dengan mendapatkan gaji Rp 120.000 per bulannya,” ujarnya menambahkan.
Ia pun pernah mengalami ”jatuh” pada 2002. Lewat pengalamannya tersebut Endang mulai membangun kembali bisnis, diantaranya hidroponik, menanam porang, budidaya ayam, dan lainnya.
“Kini, saya mewarisi ilmu keterampilan hidup tersebut untuk anak dan masyarakat sekitar. Tentunya di luar seorang guru yaitu dengan pertanian,” kata dia dengan semangat.
Ia pun mengarahkan anak-anaknya dalam berbisnis pertanian ini harus memiliki sesuai dengan hati nurani.
“Sekarang anak-anak saya sedang diberikan pemahaman dalam merawat tanaman hidroponik dan manajemen pengembangan usaha lainnya,” ujarnya ayah yang mempunyai empat orang anak itu.

Sedangkan untuk pengabdian kepada masyarakat, Endang pun menerapkan bagi hasil dalam pemeliharaan ayam potong.

Dengan harapan, bisa menjadi peluang usaha bagi petani ayam di lingkungan rumahnya.
“Kegiatan kewirausahaan lewat juga di sekitar rumah juga memberdayakan masyarakat,” kata dia yang merupakan cita-cita mulianya itu. (riz)

Be the first to comment on "Mandiri dan Kerja Keras"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: