Kurang Pas Manusia Silver Disebut Karya Seni

RANGGA JATNIKA/RADAR TASIKMALAYA PENERTIBAN. Salah seorang manusia silver diamankan Satpol PP Kota Tasikmalaya di simpang Padayungan, Selasa (23/3/2021).

TAWANG – Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) menegaskan aktivitas manusia silver di persimpangan jalan, kurang pas jika disebut kegiatan seni. Pasalnya, karya seni harus memiliki konsep yang jelas dan memiliki makna.

Ketua DKKT Bode Riswandi menjelaskan secara umum manusia silver memang salah satu bentuk seni. Mereka seolah menjadi patung di lokasi khusus untuk ajang foto. “Dalam seni rupa ada yang namanya body painting,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (24/3/2021).

Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "Kurang Pas Manusia Silver Disebut Karya Seni"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: