Kuota SBMPTN Unsil 1.435 Mahasiswa Baru

AKTIVITAS. Mahasiswa dan karyawan melakukan kegiatan di kampus Unsil, Kamis (18/3/2021).

TASIK – Universitas Siliwangi sudah membuka pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer- Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2021 hingga 1 April 2021.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unsil Prof Dr H Deden Mulyana SE MSi menjelaskan, berdasarkan keputusan Rektor Unsil Tasikmalaya untuk penerimaan dan daya tampung UTBK-SBMPTN 1.435 mahasiswa baru program sarjana tahun akademik 2021/2022.

”Jalur pendaftaran UTBK-SBMPTN di Unsil sudah dibuka hingga 1 April. Kuotanya 50 persen dari total 3.010 mahasiswa baru program sarjana tahun akademik 2021/2022,” kata Prof Dr H Deden Mulyana SE MSi kepada Radar, Kamis (18/3/2021).

USAI WAWANCARA. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Unsil Prof Dr H Deden Mulyana SE MSi usai diwawancara.

Rinciannya, kata Prof Deden, bagi yang berminat untuk masuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, antara lainnya; Program Pendidikan Masyarakat kuota 60 orang, Pendidikan Bahasa Indonesia kuota 60 orang, Pendidikan Bahasa Inggris kuota 60 orang, dan Pendidikan Matematika kuota 70 orang.

Selanjutnya untuk Program Studi Pendidikan Fisika menampung 70 orang, Pendidikan Biologi menampung 60 orang, Pendidikan Ekonomi menampung 60 orang, Pendidikan Geografi menampung 60 orang, Pendidikan Sejarah menampung 100 orang, dan Pendidikan Jasmani menampung 60 orang.

“Sementara untuk Fakultas Ekonomi yaitu untuk Program Studi Ekonomi Pembangunan mengambil 100 orang, Manajemen mengambil 120 orang, dan Akuntansi mengambil 100 orang,” ujarnya.

Lalu, Fakultas Pertanian untuk Program Studi Agroteknologi menyerap 40 orang, Agribisnis menyerap 60 orang.

Selain itu, untuk Fakultas Teknik ada untuk Program Studi Teknik Sipil menampung 40 orang, Teknik Elektro menampung 30 orang, dan Informatika menampung 60 orang.

Sedangkan untuk Fakultas Agama Islam ada untuk Program Studi Ekonomi Syari’ah kuota 60 orang. Ditambah Fakultas Ilmu Kesehatan untuk Program Studi Kesehatan Masyarakat menampung 60 orang, dan Gizi menampung 45 orang.

“Terakhir untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik untuk Program Studi Ilmu Politik terdapat kuota 60 orang,” katanya.

Untuk syarat mendaftar UTBK-SBMPTN adalah siswa lulusan tahun 2021, 2020 dan 2019 atau sederajat serta memiliki akun LTMPT 2021 yang sudah disimpan permanen.

“Pendaftaran UTBK-SBMPTN dilakukan melalui akun LTMPT siswa masing-masing atau diakses melalui https://portal.ltmpt.ac.id,” ujarnya.

Ia pun mengimbau, jangan percaya informasi yang beredar tentang jasa percaloan yang ditawarkan oleh perorangan/ kelompok orang/ institusi yang menjanjikan dapat membantu/menjamin siswa diterima pada Program Studi PTN favorit.

Hal itu, juga disampaikan LTMPT untuk menyampaikan tiga poin penting seperti yang tertera pada surat edaran.

Isi surat edaran ini, pertama, LTMPT merupakan lembaga penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bagi calon mahasiswa baru agar PTN memperoleh calon yang unggul dan berkualitas. Kedua, LTMPT dan perguruan tinggi negeri tidak bekerja sama dengan perorangan, kelompok atau instansi lain dalam penerimaan mahasiswa baru.

Lalu, besaran biaya di PTN sudah diatur dalam Permendikbud yang terkait dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) masing-masing PTN.

LTMPT dan PTN tidak memungut biaya tambahan diluar ketentuan biaya pendaftaran dan/atau biaya Pendidikan di PTN sesuai dengan UKT.

“Artinya bila ada pihak yang menjanjikan dapat membantu diterima di PTN adalah tidak benar dan mohon waspada terhadap penipuan,” katanya.

“Dapatkan informasi resmi seputar UTBK-SBMPTN hanya melalui media sosial kami @ltmptofficial atau klik laman ltmpt.ac.id,” ujarnya menambahkan.

Kasubbag Kerja Sama dan Humas Unsil Tasikmalaya Dedi Hartadi S Kom menyampaikan untuk soal UTBK-SBMPTN jenisnya berupa Tes Potensi Skolastik (TPS).

TPS ini, mengukur kemampuan kognitif yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.

“Dalam TPS yang akan diuji adalah kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, dan pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis,” katanya.

Lalu ada Tes Kompetensi akademik (TKA) untuk mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan. TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah.

“Penekanan tes ini adalah pada Higher Order Thinking Skills (HOTS),” ujarnya. (riz)

Be the first to comment on "Kuota SBMPTN Unsil 1.435 Mahasiswa Baru"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: