Perlunya Transformasi Sekolah Digital

MENGAJAR VIRTUAL. Kepala KCD Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd memberikan materi di Webinar Transformasi Digital Sekolah, Rabu (17/3/2021).

TASIK – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya berkerja sama dengan IEBIE & Crayonpedia menggelar Webinar Transformasi Digital Sekolah, Rabu (17/3/2021).

Kegiatan tersebut bertema Program Jabar Juara Sekolah Digital. Adapun narasumber kegiatan tersebut Ketua Dewan Pakar IABIE & President Crayonpedia Dr Agus Budiyono, dan Kepala KCD Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd.

Kepala KCD Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd mengatakan penting saat ini pendidikan mengarah pada era digital sehingga untuk masa depan yang berkarakter di masa pandemi Covid-19.

Karena pendidikan pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang berdaya saing.

”Langkah penting era pandemi untuk melaksanakan program digitalisasi sekolah supaya memiliki karakter dan dapat hidup mandiri dengan lebih baik,” kata dia kepada Radar, Rabu (17/3/2021).

Karena pada era digital, menurut Abur, menuntut perubahan dalam sistem pembelajaran. Sebab, dengan pembelajaran dengan pola konvensional di mana guru menjadi pusat pembelajaran dengan menerangkan materi di depan kelas dan siswa menghafalkan materi bisa dibilang tak lagi relevan.

“Karena pandemi Covid-19 mengharuskan institusi pendidikan untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh yang harus memanfaatkan teknologi internet,” ujarnya.

“Oleh karenanya perlu penyediaan berbagai sarana dan prasarana penunjang pembelajaran berbasis digital. Tentunya sebagai penunjang dalam peningkatan hasil kegiatan belajar mengajar baik bagi pendidik dan peserta didik,” katanya menambahkan.

Menurut dia, diperlukan sekolah digital, karena adanya gerakan Revolusi Industri 4.0. Dengan begitu, tantangan di dunia pendidikan tersebut harus disikapi dengan penuh optimisme dan terus berproses demi peningkatan kualitas pendidikan masa depan.

“Karena di era digital ini, anak butuh berbagai kompetensi khusus guna menghadapi era penuh tantangan, sekaligus peluang tersebut.

Diantaranya harus memiliki kompetensi 4C (critical thinking and problem solving, creativity, communication skills, ability to work collaboratively) atau berpikir kritis, menyelesaikan masalah, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama,” ujarnya.

Dengan memiliki empat kompetensi tersebut, pendidikan di era digital sehingga siswa diberikan ruang yang luas dalam berkolaborasi.

Ketua Dewan Pakar IABIE & President Crayonpedia Dr Agus Budiyono menjelaskan, dunia tengah telah memasuki revolusi digital atau industrialisasi keempat.

Oleh karenanya generasi milenial dalam pembelajarannya mesti dikenalkan penggunaan Internet of Things (IoT), big data, cloud database, block chain, dan lain-lain.

“Tujuannya agar kaum muda pada era digital ini bisa memanfaatkan teknologi secara baik,” katanya.
Kemudian, ia pun mendorong dunia pendidikan agar sekolah digital.

Hal ini, bisa memberikan pembelajaran kreatif, sehingga bisa membuat pembelajaran menjadi lebih menarik bagi peserta didik, lebih efektif, dan menggunakan pendekatan imajinatif.

“Ketika pembelajaran lewat digital akan meningkatkan kemampuan guru dalam mengidentifikasi kekuatan kreativitas peserta didiknya. Manfaatnya kepada siswa bisa memperkuat daya kreatifnya,” ujarnya. (riz)

Be the first to comment on "Perlunya Transformasi Sekolah Digital"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: