Guru Pendidikan Agama Islam Diajak Melek Teknologi

KOMPAK. Ketua MGMP PAI SMK Dra Lina Herlina MPd (tengah, belakang) bersama Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd (tengah), Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya Drs H Mohammad Ali Abdul Latief MAg (kedua, kiri), dan lainnya bersinergi untuk guru PAI lebih sejahtera di SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Senin (8/3/2021).

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMK Kota Tasikmalaya melaksanakan Sosialisasi AGPAII Digital, Siaga, dan Emis di SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Senin (8/3/2021). Kegiatannya diikuti 50 guru PAI Se- Kota Tasikmalaya.

Ketua MGMP PAI SMK Dra Lina Herlina MPd mengatakan, guru PAI SMK di Kota Tasikmalaya penting mengerti dan melaksanakan pengisian datanya di AGPAII Digital, Siaga, dan Emis, karena semua aplikasi ini, mempunyai peranan penting dalam perhitungan kebutuhan anggaran untuk program sertifikasi, tunjangan profesi dan tunjangan fungsional guru PAI.

”Sosialisasi ini mudah-mudahan guru PAI melek teknologi informasi,” katanya kepada Radar, Senin (8/3/2021).

Setelah guru PAI mengetahui cara pemanfaatan aplikasi tersebut, mereka mampu melakukan pengisian peng-input-an data untuk penunjang proses belajar mengajarnya.

Misalnya guru PAI sudah mengisi data di Education Management Information System (Emis) menjadi acuan untuk mengetahui distribusi guru PAI dan pengawas PAI di tiap daerah.

“Dengan mengisi Emis bisa sebagai dasar perhitungan kebutuhan guru PAI maupun pengawas PAI,” ujarnya.

Adapun untuk aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (Siaga), tujuannya untuk menginformasikan proses pemberkasan sertifikasi guru PAI agar lebih efektif dan terintegrasi dengan pusat data Emis.

“Dengan begitu bisa mendapatkan tunjangan profesi guru dan lainnya dengan mengisi data Siaga ini,” kata dia.

PEMBUKAAN. Ketua MGMP PAI SMK Dra Lina Herlina MPd (kiri) bersama Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd (tengah) dan lainnya saat melaksanakan Sosialisasi AGPAII Digital, Siaga, dan Emis di SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Senin (8/3/2021).

Kemudian, manfaat sosialisasi ini juga sebagai meminimalisir keluhan dan kendala yang dihadapi guru PAI saat mengisi Emis.

Dengan begitu bisa dikomunikasikan dan didiskusikan bersama untuk kemudian diambil solusinya.

“Kami yakin bahwa setiap pengisian terdapat kendala sehingga kesempatan ini untuk memecahkan pengelolaan Emis atau Siaga guru PAI,” ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya Drs H Mohammad Ali Abdul Latief MAg menjelaskan aplikasi AGPAII, Emis, dan Siaga ini merupakan semua sarana aktivitas guru di bawah naungan Kemenag.

Dengan begitu bisa sesuai dengan tugas pokok dan fungsi tenaga pendidik.

“Aplikasi Siaga dan Emis bisa mewadahi data administrasi guru di lingkungan Kemenag yang berbasis digital,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, H Ali pun menyampaikan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 seperti ini, guru PAI harus mampu menerapkan pembelajaran yang adaptif, kreatif, inovatif, dan kolaboratif (Akik).

“Adaptif artinya, segera beradaptasi dengan pola pembelajaran daring yang diterapkan di masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

FOKUS. Sebanyak 50 peserta dari guru PAI SMK se-Kota Tasikmalaya mengikuti sosialisasi AGPAII Digital, Siaga, dan Emis di SMK Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Senin (8/3/2021).

Selanjutnya kreatif artinya mampu mengkreasikan materi-materi pembelajaran PAI menjadi sebuah pembelajaran yang menyenangkan.

“Inovatif artinya guru PAI diminta sanggup dan mampu mengelola Google Classroom dengan baik dengan berbagai inovasi model pembelajaran yang digemari siswa,” katanya.

Terakhir kolaboratif, artinya guru PAI mampu menggabungkan model-model pembelajaran yang ada menjadi sebuah ciri khas pembelajaran PAI di madrasah ataupun sekolah.

Sementara, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd menyarankan agar guru PAI bisa menggunakan aplikasi Emis ataupun Siaga harus menekankan empati.

“Jadi ketika ada guru yang belum memehami teknologi Emis, guru yang paham bisa berbagi ilmu. Maka kemaslahatan untuk semua,” ujarnya. (riz)

Be the first to comment on "Guru Pendidikan Agama Islam Diajak Melek Teknologi"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: