Tak Ada Vaksin Palsu di Indonesia

MENJELASKAN PENANGANAN COVID. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat menjelaskan penanganan Covid-19 secara nasional beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan tidak ada vaksin palsu di Indonesia.

JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memastikan tidak ada sindikat pemalsuan vaksin Covid-19 di Indonesia. Pemerintah memastikan vaksin yang disuntikkan ke masyarakat asli dan aman.

”Pemalsuan vaksin Covid-19 adalah sebuah kejahatan yang membahayakan kehidupan masyarakat.

Tidak ada sindikat vaksin yang ditemukan di Indonesia,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Senin (8/3/2021).

Menurutnya, pembelian vaksin Covid-19 oleh pemerintah dilakukan dengan cara G2G (government to government).

Dengan begitu, keaslian vaksin lebih terjamin. “Meskipun demikian pemerintah tetap mengawasi peredaran vaksin di Indonesia,” ucapnya.

Pemerintah, lanjut Wiku, akan tetap mengawasi peredaran vaksin di Indonesia.

“Pemerintah akan berkoordinasi dengan perusahaan pembuat vaksin untuk memastikan keaslian vaksin karena itu, tidak ad vaksin palsu di Indonesia. Karena semua dalam kontrol pemerintah,” ujarnya tegas.

3.098.025 Orang Sudah Divaksin

Jumlah warga yang telah menerima vaksinasi terus meningkat. Pada Senin (8/3/2021), ada tambahan sebanyak 209.268 orang. Total ada 3.098.025 orang telah disuntik vaksin Covid-19.

Dari 3.098.025 orang yang menjalani vaksinasi ke-1 itu, sebanyak 1.158.432 orang telah menjalani vaksinasi ke-2.

Angka tersebut dijumlahkan dari 24.645 orang yang mendapat suntikan dosis kedua hingga Senin (8/3/2021).

“Satgas Penanganan Covid-19 menargetkan khusus kepada 1.468.764 tenaga kesehatan di seluruh Indonesia mendapatkan vaksin Covid-19.

Sedangkan 40.349.051 penduduk Indonesia kini ditargetkan mendapat vaksin dari pemerintah untuk membentuk kekebalan kelompok,” kata Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Senin (8/3/2021).

Terkait jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia, hingga Senin (8/3) tercatat bertambah 6.894 pasien.

Ini membuat angkanya naik menjadi 1.396.556 orang yang terpapar virus Corona. Sedangkan kasus aktif di Indonesia turun sebanyak 2.112 kasus hingga menjadi 145.628.

“Jumlah kasus meninggal dunia juga bertambah 281 orang. Jumlah keseluruhan 37.547 kasus kematian. Meski begitu, kesembuhan pasien juga meningkat 8.725 pasien menjadi 1.203.381 orang,” tandas Wiku. (rh/fin)

#Satgascovid19 #Ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Be the first to comment on "Tak Ada Vaksin Palsu di Indonesia"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: