AS Tuntut Myanmar Bebaskan Wartawan dan Demonstran

SIAP MENEMBAK. Petugas polisi mengarahkan senjata mereka ke orang-orang di apartemen terdekat saat mereka berhadap-hadapan dengan pengunjuk rasa antikudeta di Yangon, Myanmar, Kamis (4/3/2021). Demonstran di Myanmar yang memprotes kudeta militer bulan lalu kembali ke jalan-jalan pada hari Kamis, tidak gentar oleh pembunuhan terhadap sedikitnya 38 orang pada hari sebelumnya oleh aparat keamanan.

WASHINGTON – Pemerintahan Biden meningkatkan kecamannya atas kudeta di Myanmar pada Kamis (5/3/2021).

Amerika Serikat menuntut otoritas militer menghentikan tindakan brutalnya terhadap pengunjuk rasa prodemokrasi dan membebaskan para demonstran dan jurnalis yang telah ditahan.

Gedung Putih menyebut situasi tersebut, termasuk penangkapan jurnalis Associated Press, meresahkan dan sangat memprihatinkan. Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "AS Tuntut Myanmar Bebaskan Wartawan dan Demonstran"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: