Meluaskan Gerakan Literasi Melalui Perpustakaan Digital

SAMBUTAN. Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd, (tengah) bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat Dr, Ir, H Ahmad Hadadi, MSi, (kedua, kanan)dan lainnya membuka kegiatan Seminar & Sosialisasi yang bertemakan Tata Kelola Perpustakaan Digital menuju Akreditasi Perpustakaan Sekolah di SMKN 1 Tasikmalaya, Rabu (17/2/2021).

Wujud meluaskan gerakan literasi sekolah secara digital, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya bersinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat (Dispusipda Jabar) dan PT.

Penerbit Erlangga. Mereka mengadakan seminar & sosialisasi bertemakan Tata Kelola Perpustakaan Digital menuju Akreditasi Perpustakaan Sekolah di SMKN 1 Tasikmalaya, Rabu (17/2/2021).

Kegiatan itu dikuti oleh puluhan pustakawan dan kepala sekolah di lingkungan KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr, Abur Mustikawanto MEd, mengajak sekolah memiliki perpustakaan sekolah berbasis dalam jaringan (daring), karena di masa pandemi ini bisa memperkuat budaya literasi siswa dan guru.

“Dengan melalui inovasi layanan perpustakaan berbasis digital dapat mewujudkan sumber daya manusia yang unggul,” katanya kepada Radar, Rabu (17/2/2021).

Dengan para guru dan siswa dapat memanfaatkan aplikasi perpustakaan sekolah daring ini bisa memberikan kemudahan dan memperlancar proses belajar mengajar saat pembelajaran dari rumah.

“Karena perpustakaan daring dapat bertujuan untuk menyebarkan buku pembelajaran dalam bentuk digital. Artinya berliterasi bisa di mana saja dengan gadget,” ujarnya.

KERJA SAMA. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat Dr Ir H Ahmad Hadadi, MSi, (kedua, kanan) bersama Kepala SMKN 1 Tasikmalya Dr H Wawan SPd MMM (kedua dari kiri) menujukkan hasil kerja sama untuk pendampingan tata kelola perpustakaan digital menuju akreditasi perpustakaan sekolah di SMKN 1 Tasikmalaya, Rabu (17/2/2021).

Agar bisa gerakan literasi sekolah berjalan dengan lancar untuk memunculkan perpustakaan digital, pihaknya membangun kerja sama dengan Dispusipda Jabar dan PT. Penerbit Erlangga.

“Hasilnya nantinya Dispusipda dan Erlangga terus mendampingi sekolah gar guru dan siswa setiap hari beraktivitas ada waktu untuk senang membaca lebih sering. Karena semua ilmu bersumber dari buku,” katanya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jawa Barat Dr, Ir, H Ahmad Hadadi, MSi, menyampaikan masyarakat Jawa Barat harus bisa lebih literat.

Masyarakat harus memiliki literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.

“ Oleh karenanya kita ingin berkolaborasi bersama dengan sekolah untuk mengelola perpustakaan secara konvensional ataupun digital.

Terpenting ada tanggung jawab untuk gerakan literasi sekolah yang center of excellence (pusat layanan unggulan untuk mencari ilmu, Red),” ujarnya.

Dengan gerakan literasi sekolah ini, kata dia, dapat memuliakan siswa dan guru lebih beradab. Ke depannya pun membawa mereka lebih tercerahkan, bahagia, dan sejahtera.

“Saat sekolah ingin memajukan perpustakaan akan menambah bahan bacaan guru dan siswa. Artinya mereka bisa mempunyai semangat keilmuan yang dapat bermanfaat punya kelebihan,” katanya.

Dengan semangat itulah, ia terus berusaha meng-update perpustakaan untuk terus bertransformasi.

“Selain memberikan dukungan untuk perpustakaan sekolah yang berbasis cetak juga harus bisa menaikan digital. Manfaatnya bahan bacaan untuk siswa dan guru bisa terfasilitasi,” ujarnya.

FOKUS. Peserta mengikuti kegiatan Seminar & Sosialisasi yang bertemakan Tata Kelola Perpustakaan Digital menuju Akreditasi Perpustakaan Sekolah di SMKN 1 Tasikmalaya, Rabu (17/2/2021).

Asisten Manager Penerbit Erlangga Tasikmalaya Anton Gusmara SE mendorong sekolah mempunyai perpustakaan sekolah digital, karena bisa mempermudah siswa dalam memperoleh sumber belajar.

“Dengan begitu siswa lebih praktis ketika sekolah mempunyai perpustakaan digital serta mudah dikelola dalam meminjam mengembalikan koleksi bukunya,” katanya.

Kepala SMKN 1 Tasikmalya Dr H Wawan SPd MM berharap adanya kegiatan seminar dan sosialiasi e-library ini, membawa SMA/SMK di Kota Tasikmalaya sebagai referensi perpustakaan sekolah hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Guru dan siswa harus membuka wawasan yang luas dengan sekolah bisa membuat perpustakaan digital. Tujuannya mereka dapat memiliki referensi yang luas,” ujarnya. (riz)

Be the first to comment on "Meluaskan Gerakan Literasi Melalui Perpustakaan Digital"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: