Tingkatkan Pembelajaran Kesehatan Siswa di Masa Pandemi

BELAJAR DI ALAM. Siswa Pendidikan Pra Sekolah Pondok Pesantren Idrisiyyah saat mengikuti pembelajaran di alam.

Pendidikan Pra Sekolah Pondok Pesantren Idrisiyyah melaksanakan pembelajaran tatap muka menerapkan kurikulum terpadu dengan tambahan pembelajaran kesehatan.

Kepala Divisi Pendidikan Pra Sekolah Pondok Pesantren Idrisiyyah Ustaz Asep Saeful Milah SSy menjelaskan, pendidikan pra sekolah tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

”Itu berlaku untuk siswa maupun guru saat proses pembelajaran,” kata Ustaz Asep Saeful Milah SSy, Selasa (16/2/2021).

Saat pembelajaran tatap muka ini, orang tua siswa tidak diperbolehkan menunggu di sekolah.
”Para orang tua hanya boleh mengantar dan menjemputnya,” kata dia.

Guru atau siswa yang sakit juga saat kondisi kesehatan belum pulih, tidak mengikuti kegiatan belajar bersama di sekolah.

Ustaz Asep Saeful Milah SSy Kepala Divisi Pendidikan Pra Sekolah Pondok Pesantren Idrisiyyah

”Untuk siswa agar tetap belajar diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah,” kata dia.

Termasuk siswa dilarang membeli makanan sembarangan. Siswa juga diwajibkan membawa makan sehat dari rumah untuk dimakan di sekolah.

”Makanan yang dibawa merupakan makanan sehat, yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak sendiri,” kata dia.

Tidak hanya itu, proses pembelajaran anak selama pandemi ini lebih dipadatkan dengan durasi waktu dan materi.

”Kita ada pemadatan kegiatan pembelajaran selama pandemi ini. Termasuk kami menambah kegiatan-kegiatan anak yang sifatnya meningkatkan imunitas tubuh anak, seperti olahraga, berjemur dan lainnya,” kata dia menjelaskan.

Yang tidak kalah penting yakni dukungan orang tua siswa dengan terus menerapkan pola hidup sehat di rumah.

”Tentu terus diberikan pengarahan-pengarahan kepada orang tua agar diterapkan kepada siswa, misalnya dari dokter dari Al-Idrisiyyah Medical Center.

Termasuk memanggil seorang psikolog bagaimana untuk menyikapi belajar di masa pandemi di sekolah dan di rumah. Artinya dengan begitu program pembelajaran di sekolah dan di rumah sinkron,” ujar dia.


Karena memang dibukanya pembelajaran tatap muka pra sekolah di Idrisiyyah merupakan permintaan para orang tua yang dituangkan secara tertulis.

”Bahkan kita sebelum membuka pembelajaran tatap muka ini berkonsultasi ke Satgas Covid-19 dan BPBD,” kata dia. “Pelajaran pun saat ini lebih banyak di alam,” kata Ustaz Asep menambahkan.

Kebetulan, Pondok Pesantren Idrisiyyah memiliki mini zoo untuk tempat pembelajaran anak, baik untuk tema binatang atau tanaman.

“Apalagi pembelajaran selama pandemi ini lebih pembelajaran kegembiraan. Kita tetap mengedepankan pembelajaran antara kesehatan dan materi umum seimbang namun lebih diefektifkan,” kata dia.

Terlebih, pembelajaran tersebut diberikan kepada anak kelas B A yang akan menghadapi masuk sekolah dasar.

“Lebih fokus persiapan pada pembelajaran persiapan pra masuk sekolah dasar, seperti calistung dan keagamaan dan itu ada program khusus setiap hari Jumat dengan mentor profesional,” kata Ustaz Asep.

Saat ini, pendidikan pra sekolah Pondok Pesantren Idrisiyyah membuka penerimaan siswa baru di 16 lembaga di seluruh Indonesia. Pendaftaran sendiri baik online maupun offline.

“Itu ada yang di Tasikmalaya, Jakarta, Karawang, Subang, Bogor dan Pangandaran,” kata Ustaz Asep menjelaskan.


Pembelajaran tatap muka, kata dia, merupakan upaya lahir batin di masa pandemi. Bahkan upaya batiniah selalu dilaksanakan di awal pembelajaran dengan bertawasul dan kahfidhoh Nabawiyah. “Upaya lahiriah kita tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Ustaz Asep.

Asep berharap dengan adanya pembelajaran tatap muka di masa pandemi saat ini, pendidikan tetap berjalan dan bangkit, termasuk tidak menghilangkan hak-hak anak dalam mendapatkan pembelajaran. (ujg)

Be the first to comment on "Tingkatkan Pembelajaran Kesehatan Siswa di Masa Pandemi"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: