Perdamaian Etnis Myanmar Terguncang

KENANGAN SURAM. Anak-anak Muslim Rohingya, yang menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh, saling berdesakan untuk menerima bantuan makanan yang dibagikan kepada anak-anak dan wanita oleh badan bantuan Turki di kamp pengungsi Thaingkhali di Ukhiya, Bangladesh pada 14 November 2017. Masa depan perdamaian Myanmar yang sudah rapuh antara militer, kelompok etnis bersenjata, dan milisi dipertanyakan ketika militer mendapatkan kembali kendali atas negara itu setelah kudeta 1 Februari 2021.

JAKARTA – Kudeta yang menggulingkan pemerintah terpilih dan menerapkan kembali kendali militer di Myanmar telah meningkatkan ketidakpastian tentang proses perdamaian yang rapuh yang bertujuan untuk mengakhiri konflik puluhan tahun antara militer, kelompok etnis bersenjata, dan milisi.

Lebih dari 20 kelompok etnis telah berperang dengan militer untuk memperebutkan kendali atas daerah perbatasan yang didominasi etnis minoritas, termasuk negara bagian Shan, Kachin, Karen, dan Rakhine.

Kelompok tersebut mengupayakan otonomi yang lebih besar bagi daerahnya, yang seringkali kaya dengan sumber daya alam. Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "Perdamaian Etnis Myanmar Terguncang"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: