Mahasiswa Wajib Ikut Bela Negara

BELA NEGARA. Universitas Siliwangi (Unsil) membuka Pendidikan Bela Negara beberapa waktu lalu atau saat sebelum masa pandemi.

Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya melaksanakan Pendidikan Bela Negara angkatan ke-35 tahun akademik 2020/2021. Pendidikan Bela Negara tersebut dilaksanakan secara daring mulai 3 Februari hingga 5 Februari 2021.

Tema Pendidikan Bela Negara angkatan ke-35 yaitu Implementasi Bela Negara Mahasiswa agar Bebas Narkoba, Waspada Bencana, Antisipasi Pandemi, dan Tangkal Radikalisme.

Rektor Unsil Prof, Dr, H Rudi Priyadi, Ir, MS menyebutkan sebanyak 2.995 mahasiswa tahun akademik 2020/2021 mengikuti Pendidikan Bela Negara.

Mereka diharapkan mampu meminimalisir pergeseran ideologi, ekonomi, sosial, budaya, bahkan pertahanan dan keamanan.

“Mahasiswa sebagai kader bela negara, diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menjadi sumber kekuatan pemersatu bangsa,” katanya kepada Radar, Kamis (4/2/2021).

Oleh karena itu, generasi penerus tidak hanya kompeten dalam ilmu pengetahuan dan teknologi saja tetapi juga nasionalis. “Serta memiliki harus memiliki kepedulian sosial juga,” ujarnya.

Manfaat Pendidikan Bela Negara, kata H Rudi, untuk mahasiswa agar lebih paham keindonesiaan.

Sebagai anak bangsa harus mengetahui Indonesia ada karena keberagamannya, dari segi ras, agama, suku, antar golongan.

“Kemajemukan ini harus dapat dimanfaatkan oleh generasi penerus agar segala potensi untuk mempertahankan keutuhan bangsa dan membuat bangsanya semakin kompetitif, mandiri serta sejahtera,” kata dia.

PEMBUKAAN. Rektor Unsil Tasikmalaya Prof, Dr, H Rudi Priyadi, Ir, MS membuka Pendidikan Bela Negara Unsil 2020 sebelum pandemi Covid-19.

H Rudi pun menegaskan, pelaksanaan Pendidikan Bela Negara sebagai usaha untuk pengarahan dan pengendalian sikap dan perilaku mahasiswa, karena mereka sebagai warga negara yang harus tanggap dan dilandasi pada nilai kecintaan pada tanah air.

“Dengan begitu, mahasiswa akan berjiwa Pancasilais dan kesadaran bela negara serta memiliki kemampuan bela negara,” ujarnya.

Karena hal itu, termasuk rela berkorban untuk bangsa dan negara sesuai amanat UUD 1945 Pasal 27 ayat 3. Bunyinya, Setiap warga negara berhak dan ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

“Melalui PBN (Pendidikan Bela Negara) ini mahasiswa bisa memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negaranya.

Serta menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara, bukan sebagai beban bangsa,” katanya.

Sebagai salah satu wujud kepedulian mahasiswa dalam bela negara, kata H Rudi, yaitu terus mempromosikan protokol kesehatan dan gerakan aman vaksinasi kepada masyarakat.

“Sebagai elemen masyarakat yang berkesempatan menempuh pendidikan tinggi, mahasiswa dapat berperan ikut memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

Bisa dengan gerakan 5M yaitu; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas,” ujarnya.

Kepala Biro Bagian Akademik dan Kemahasiswaan (BAKPK) Unsil Dr, Ade Rustiana Drs, MSi, menyampaikan Pendidikan Bela Negara kali ini dilaksanakan dengan cara seminar jarak jauh.

Itu untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Tasikmalaya. Oleh karena itu, pematerinya dari tingkatan Provinsi Jawa Barat dan nasional.

PENDIDIKAN BELA NEGARA VIRTUAL. Pemateri Pendidikan Bela Negara Unsil 2021 menjelaskan materi-materi secara daring, Kamis (4/2/2021).

Adapun pemateri Pendidikan Bela Negara angkatan ke-35 Unsil diantaranya dari Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof, drh Aris Junaidi, PhD tentang Paradigma Bela Negara di Era Milenial dalam Mengimplementasikan Merdeka Belajar, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr, Anggara Hayun Anujuprana ST, MT dengan materi Wawasan Nusantara dalam Perspektif Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Era Pademi Covid-19.

Pembicara berikutnya, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Brigjen (Pol) R Ahmad Nurwahid SE MM, serta lainnya.

“Manfaat mahasiswa setelah mendengar, menyimak dan mengetahui mampu mahasiswa berpikir praktis atau tidak mesti perang.

Tetapi bagaimana bisa melawan keterpurukan dirinya sendiri untuk membangun jiwanya,” katanya.

Apalagi pada pademi Covid-19, mahasiswa setelah mendapatkan bela negara harus terimplementasikan.

Bukan hanya konsep dan tahu tetapi merealisasikan dengan sadar untuk taat aturan, perintah, dan mensyukuri terhadap yang ada.

“Komitmennya menjaga NKRI dengan taat dan sadar dalam disiplin dan mempromosikan protokol kesehatan,” ujarnya. (riz)

Be the first to comment on "Mahasiswa Wajib Ikut Bela Negara"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: