Penerapan Protokol Kesehatan di Kota Tasikmalaya Diperketat

Camat dan Lurah Diminta Turun ke Masyarakat

MEMBERIKAN KURSI RODA. Pelaksana Tugas Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf menyerahkan bantuan kursi roda kepada masyarakat disabilitas saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 di aula Kantor Kecamatan Cibeureum, Kamis (4/2/2021).

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya akan lebih menggencarkan edukasi dan sosialisasi, termasuk penegakan aturan protokol kesehatan pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap kedua.

Upaya menggencarkan edukasi dan sosialisasi merupakan hasil dari evaluasi Tim Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 pada Rabu sore (3/2/2021).

Pelaksana Tugas Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf mengatakan, sampai saat ini pemerintah terus melihat perkembangan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Yusuf juga menginstruksikan kepada seluruh camat dan lurah lebih meningkatkan kembali edukasi dan sosialisasi pencegahan Covid-19.

”Saya mewajibkan camat dan lurah turun lagi ke masyarakat,” katanya usai membuka Musrembang di Kecamatan Cibeureum Kamis (4/2/2021).

Sampai saat ini, anggota TNI dan Polri terus melaksanakan Operasi Yustisi dan melaksanakan sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 itu. ”Seluruh pejabat saya wajibkan memberikan sosialisasi dan edukasi itu,” kata dia.

Tidak hanya itu, pemerintah, melalui tim Gugus Tugas akan terus gencar melaksanakan Operasi Yustisi untuk memberikan edukasi dan sosialisasi dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

”Kami juga terus melaksanakan edukasi tentang pentingnya menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan. Itu tidak hentinya harus dilakukan oleh para camat dan lurah di daerah,” kata dia.

Senada dengan Yusuf, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan mengatakan, saat ini pemerintah dan Tim Gugus Tugas akan mengedepankan edukasi kepada masyarakat di samping tetap melaksanakan penindakan kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.
”Saat ini edukasi akan kita tingkatkan,” kata Ivan.

Menurut Ivan, perlu diketahui oleh masyarakat Kota Tasikmalaya bahwa sampai saat ini rumah sakit, tempat isolasi penuh oleh pasien Covid-19.

”Kita inginkan tempat isolasi huniannya menurun. Artinya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 lebih terkendali,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkat penegakan dalam penindakan protokol kesehatan. Termasuk melaksanakan kerja sama dengan muspika di tingkat kecamatan.

”Nantinya akan terjun langsung ke masyarakat di daerah-daerah,” katanya.

Ivan juga meminta para pelaku usaha mengoptimalkan kembali Satgas Covid-19 di internal mereka untuk terus mengawasi protokol kesehatan. ”Itu harus dilaksanakan di tempa usaha,” kata Ivan.

Menurut dia, jangan sampai di tempat-tempat usaha, di pintu masuk sudah ketat menerapkan protokol kesehatan, namun di dalamnya cenderung dibiarkan berkerumun dan abai terhadap protokol.

”Kami minta setiap dinas turun kembali, melihat kondisi penerapan protokol kesehatan ke setiap tempat yang menjadi stakeholder masing-masing, seperti Dinas Perdagangan, Pariwisata dan lainnya,” ujarnya.

Di Jakarta, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin akan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) baru. Kali ini mengatur rapid test antigen untuk screening awal tes Covid-19.

“Dalam Permenkes itu salah satu terkait dengan testing. Ada rapid antigen. Jadi rapid antigen akan dimasukkan dalam Permenkes.

Sehingga bisa digunakan untuk screening,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Menurut dia, alasan menggunakan rapid antigen sebagai screening awal Covid-19 lantaran tes tersebut lebih murah daripada tes PCR.

“Kita ketahui, rapid antigen dari sisi biaya lebih rendah dari PCR. Karena itulah bisa digunakan sebagai screening awal,” tuturnya. Dia juga mengingatkan pen­ting­­nya protokol kesehatan.

“Presi­den kembali mengingatkan kunci pandemi Covid adalah disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

Karena itu, semua pihak wajib patuh dan melaksanakannya,” papar Airlangga. (ujg/rh/fin)

Be the first to comment on "Camat dan Lurah Diminta Turun ke Masyarakat"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: