Berteriak Histeris, Diduga Terhipnotis

KEMBALI. Anggota Reskrim Polsek CIhideung mengamankan sepeda motor N-Max milik Fitri yang ditemukan di Jalan Mitrabatik, Kamis (28/1).

TASIK – Seorang perempuan bernama Fitri Andani (27/1) mendadak berteriak dan menangis secara histeris di depan minimarket Jalan Paseh Kecamatan Cihideung.

Isi tas dan sepeda motor miliknya dibawa kabur oleh pria yang diduga baru dikenalnya.

Kejadian tersebut beredar melalui unggahan video di media sosial, dimana perempuan muda terlihat terbaring lemah di pangkuan warga.

Pengambil video menerangkan bahwa perempuan muda itu bernama Fitri Aninda (27) merupakan korban hipnotis.

Dalam video yang sama di­sebutkan pula korban kehilangan sepeda motor N-Max beserta uang yang ada di dompetnya. Barang-barang itu, dibawa kabur oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat datang bersama pelaku ke Minimarket sekitar pukul 10.30. Hanya berselang beberapa menit, terlihat pelaku pergi dari lokasi tanpa membonceng korban.

Dari rekaman tersebut pelaku merupakan pemuda berpostur tubuh kurus. Dia mengenakan kemeja motif kotak-kotak warna hitam putih, celana panjang warna cerah dan juga sepatu.

Mendapat informasi tersebut petugas dari Polsek Cihideung mendatangi lokasi. Korban pun langsung dibawa ke Mapolsek dan diantarkan ke rumahnya di Kabupaten Ciamis.

Sekitar pukul 13.30, sepeda motor pelaku ditemukan Rian Nugraha (26), seorang driver ojek online (ojol). Namun saat itu, pelaku sudah tidak ada di lokasi, diduga sudah kabur.

Rian mengaku menerima informasi di grup ojol terkait adanya sepeda motor yang hilang. Di situ terdapat foto sepeda motor dengan warna dan polet yang cukup mencolok.

“Saya lagi nganterin orderan ke BRP (Bumi Resik Panglayungan), ada teman yang bilang motor itu melintas di situ,” katanya.

Dia melaju sambil mengawasi motor-motor di sekitarnya, namun tidak menemukan hasil.

Saat masuk ke Jalan Mitrabatik, dia pun melihat sepeda motor itu terparkir di bahu jalan depan sebuah meubel. “Kan warnanya lumayan mencolok, jadi langsung kelihatan,” terangnya.

Rian sempat mengintainya menunggu pelaku datang membawa sepeda motor itu. Akan tetapi pelaku tak kunjung datang setelah setengah jam lebih, menurutnya pelaku sengaja meninggalkannya.

“Mungkin karena foto motornya sudah menyebar jadi sengaja ditinggalkan,” ujarnya.

Penemuan motor itu pun, dia informasikan ke rekan-rekannya sesama driver ojol dan melaporkannya ke Polsek Cihideung. Polisi pun mendatangi lokasi dan mengamankan sepeda motor tersebut.

Panit reskrim Polsek Cihideung, Iptu Ruhana Efendi mengatakan pihaknya mengaku sudah mendapat informasi adanya dugaan korban hipnotis itu.

Namun demikian, saat korban di bawa ke Mapolsek penyidik belum bisa memintainya keterangan. “Kondisi korban masih linglung,” ujarnya.

Petugas pun akhirnya membawa korban ke rumah sakit untuk diperiksa secara medis. Selanjutnya korban diantarkan pulang ke rumahnya di Sindangkasih Kabupaten Ciamis.

Petang kemarin, Fitri kembali datang ke Mapolsek Cihideung untuk membuat laporan polisi. Dia pun menuruturkan bahwa sudah ditipu oleh pria yang membawa kabur sepeda motornya.

Fitri menjelaskan beberapa hari sebelumnya ditawari pekerjaan di media sosial. Akun medsosnya bernama Sinta dan mengaku merupakan perwakilan dari manajemen salah satu mal. “Saya ditawari kerjaan jadi leader SPG,” katanya.

Korban pun diminta nomor hp dan tidak lama kemudian, ada seorang pria bernama Sendi yang menghubunginya. Mereka pun janjian dan bertemu di salah satu tempat makan di Pasar Cikurubuk.

Saat itu, Fitri bertemu dengan Sendi dan seorang perempuan bernama Riska yang saat itu menggendong bayi. Dia pun diminta mengisi formulir sambil membicarakan soal pekerjaan.

Namun demikian, formulir itu harus ditandatangani di atas materai. Dia pun di antar oleh Sendi untuk membeli materai dengan menggunakan N-Max milik Fitri.

Mereka pun tiba di minimarket Jalan Paseh itu. “Sempat keliling-keliling dulu nyari,” terangnya.

Mereka berdua turun dari sepeda motor, namun Sendi tidak ikut masuk ke dalam minimarket. Saat Fitri keluar, dia pun kaget karena Sendi dan motornya sudah tidak ada.

Fitri pun ingat bahwa tasnya masih di warung nasi di Pasar Cikurubuk. Dia pun menganggap kalau Sendi kembali ke warung nasi tersebut karena ada Riska di situ. “Saya ke situ (warung nasi) pakai gojek ternyata mereka sudah enggak ada,” katanya.

Tas miliknya masih ada di tempat, namun sejumlah uang dan perhiasan di dalam tasnya hilang. Dia pun kembali lagi ke minimarket dengan harapan Sendi kembali ke tempat itu. Sadar sudah dikelabui, dia pun lepas kontrol dan berteriak histeris sambil berbicara soal motornya yang hilang. (rga)

Be the first to comment on "Berteriak Histeris, Diduga Terhipnotis"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: