SMAN 6 Membekali Guru Strategi Peningkatan Profesionalitas

PEMBUKAAN WORKSHOP. Kepala SMAN 6 Tasikmalaya Dra Elin Darliyah SST MPd (kiri) bersama Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd (tengah) memberikan arahan kepada guru-guru SMAN 6 Tasikmalaya, Rabu (27/1/2021). Foto bawah, Dr Abur saat berbincang hangat dengan pendidik.

TASIK – SMAN 6 Tasikmalaya melaksanakan program peningkatan profesionalitas guru dengan workshop daring dan luring tentang penilaian dan penyusunan naskah soal ujian sekolah dari 27-30 Januari 2021.

Wakasek Kurikulum SMAN 6 Tasikmalaya Asep Udin MPd mewakili Kepala SMAN 6 Tasikmalaya Dra Elin Darliyah SST MPd mengatakan, komponen utama yang menentukan keberhasilan pendidikan adalah guru dan tenaga kependidikan.

Oleh karenanya dengan kegiatan workshop tersebut mereka diberikan bekal strategi peningkatan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan.

Manfaat workshop peningkatan profesionalitas guru membuat pembelajaran dari rumah efektif dan efisien. Capaiannya bisa menghasilkan nilai yang memuaskan sekolah.

“Tujuannya membekali seluruh guru dan tenaga pendidikan untuk meningkatkan profesionalitas. Khususnya dalam membuat penilaian dan naskah soal di masa pandemi Covid-19,” kata dia kepada Radar, Rabu (27/1).

Dengan begitu, sambung Asep, dalam melaksanakan proses pembelajaran daring ini ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki guru. “Sehingga peran guru sangat menentukan keberhasilan belajar peserta didik,” ujarnya.

Sebanyak 85 guru dan tenaga kependidikan tersebut, kata Asep mendapatkan bimbingan materi dari Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd, Pengawas Pembina KC Wilayah XII Tasikmalaya Drs Dodi Syamsuduha MPd dan Kepala SMAN 6 Tasikmalaya Dra Elin Darliyah SST MPd.

Adapun materinya yaitu pengelolaan kelas dalam pendidikan di masa pandemi Covid-19 dan kebijakan penilaian di masa pandemi Covid-19.

Lalu bentuk serta teknik untuk penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa di masa pandemi Covid-19.

“Intinya guru dan tenaga kependidikan bisa melakukan manajemen siswa saat belajar dari rumah dan bagaimana membuat mereka bisa membuat kisi-kisi naskah soal yang baik di masa pandemi Covid-19,” kata dia.

Oleh karena itu workshop tersebut pun nantinya membekali guru untuk membuat kisi-kisi naskah soal semester dengan kurikulum 2013 yang disederhanakan, sehingga dapat mengetahui bisa mengatur bobot soal, karena bagaimana pun masa Covid-19 dan saat tatap muka ada perbedaan penilaian.

“Langkah persiapan ini penting meningkatkan hasil pembelajaran daring. Dengan begitu mereka bisa mempunyai teknik membuat naskah soal seperti pilihan ganda, menjodohkan, benar salah dan uraian singkat yang bisa dipahami oleh siswa,” ujarnya.

Pelaksanaan workshop tersebut mengarahkan guru mampu mendidik siswa di masa pandemi dengan baik. “Sehingga mendorong siswa bisa mengerjakan ujian semester yang akan dilaksanakan pada Maret 2021,” katanya.

Sementara melihat penyusunan naskah soal kisi-kisi ujian semester dari guru akan dilakukan secara langsung di sekolah pada 28-30 Januari 2021. Itu pun khusus guru mata pelajaran kelas tiga atau kelas XII.

“Karena patuh terhadap protokol kesehatan diikuti 22 guru mata pelajaran kelas tiga yang merancang kisi-kisi soal ujian semester dengan tatap muka,” ujarnya.

Setelah jadi kisi-kisi soal ujian semester genap tahun ajaran 2020/2021. Akan dilihat kembali kualitas soal.

“Setelah Disetujui sebagai dokumen sekolah untuk pelaksanaan ujian. Nantinya siswa bisa mengerjakan di aplikasi sekolah pintar Indonesia,” kata dia.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd menjelaskan kegiatan workshop semacam ini, agar penyusunan kisi-kisi dan soal-soal ujian sekolah tahun pelajaran 2020/2021 dapat meningkatkan mutu siswa dan kualitas soal sekolah.

Oleh karena itu kepada para guru dan pengawas untuk lebih teliti dan hati-hati di dalam menyusun dan membuat soal serta tetap berpedoman pada kurikulum darurat yang ada, tidak boleh keluar dari ketentuan yang sudah ditetapkan.

“Saya mengimbau kepada guru dan pengawas dalam menyusun naskah soal yang fleksibel sehingga soal yang disusun menjadi berkualitas dan bermutu agar nantinya bisa dimengerti oleh siswa,” ujarnya.

Abur pun mengapresiasi SMAN 6 Tasikmalaya yang telah mengambil langkah konkret untuk menjaga mutu lulusannya diantaranya melalui pembinaan, workshop/bintek, supervisi dan evaluasi ke satuan pendidikan. (riz)

Be the first to comment on "SMAN 6 Membekali Guru Strategi Peningkatan Profesionalitas"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: