Satgas Diperintahkan Tegas Terukur

MEMAKAIKAN MASKER. Anggota Satpol PP Kota Tasikmalaya memasangkan masker kepada masyarakat saat Operasi Yustisi di depan Taman Kota Tasikamalaya.

TASIK – Pelanggaran terhadap aturan protokol kesehatan (prokes) sampai saat ini masih ditemukan Satgas Penanggulangan Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

Namun begitu, jumlah kasus­nya menurun dibandingkan saat awal pemberlakukan aturan prokes.

Kepala Bidang Tran­tibum Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasik­malaya Yogi Subarkah mengatakan, selama pelak­sanaan razia prokes, tim gabungan masih menemukan adanya masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan dan tempat usaha yang buka melebihi batas waktu.

“Diberikan sanksi berupa sanksi peringatan dan tutup sementara,” kata Yogi kepada Radar, Jumat (22/1/2021).

Alasan pelanggaran prokes itu, kata Yogi, kare­na mereka mengaku lupa dan lainnya. Tetapi alasan apapun pihaknya tetap memberikan sanksi sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

“Tentu kita juga terus mem­berikan penjelasan dan pemahaman kepa­da masyarakat agar ke depannya tetap menerap­kan protokol kesehatan,” kata Yogi.

Yogi menjelaskan, hasil komunikasi di lapangan, sesuai aspirasi masyarakat, pihaknya akan terus melaku­kan dan menyusun konsep penegakan aturan yang tegas tetapi juga lebih terukur sehingga masya­rakat lebih memahami substansi dari penindakan itu.

“Itu sudah sesuai juga deng­an arahan pim­pinan. Kita harus tetap tegas, tetapi terukur serta mengedepankan pendekatan yang humanis,” kata dia.

Agar menjadi per­hati­an para tempat usaha, pihaknya akan menyiapkan list prokes untuk mempermudah pendataan pelanggar prokes di setiap tempat usaha.

“Dengan list itu akan keta­hu­an tempat usaha yang mene­rap­kan tidaknya prokes di tempat-tempat usaha,” kata dia.

Dalam list prokes tersebut nantinya berisi harus ada tempat cuci tangan, hand sanitizer, tempat duduk jaga jarak dan lainnya.

Termasuk adanya Satgas Covid-19 di setiap tempat usaha. “Bila ada tempat usaha, yang melanggar nantinya akan di cek kembali pelanggarannya,” kata dia.

Saat di cek, tempat usaha, yang apabila di cek masih belum meme­nuhi list tersebut akan diberikan sanksi sesuai surat edaran.

“Tentu sangsi akan diberikan bila sudah ada teguran, ad­ministrasi hingga penutupan sementara dan permanen sesuai ketentuan,” katanya.

Selain untuk kejelasan pelang­garan, juga untuk mempermudah penge­cek­an petugas patroli prokes lapangan. “Tempat usaha juga harus memperbaiki pe­lang­garan itu,” kata dia.

Sampai saat ini sebanyak 5.567 pelanggar tidak meng­guna­kan masker dan 334 tempat usaha yang melanggar prokes.

“Untuk tanggal 21 dan 22 Januari kemarin ada 3 tem­pat usaha diberikan pe­ringat­­an tertulis dan 2 ditutup sementara dan 34 (masyarakat) tidak menggunakan masker,” kata dia. (ujg)

Be the first to comment on "Satgas Diperintahkan Tegas Terukur"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: