SMK NU Cetak Lulusan Berjiwa Wirausaha

PENYAMPAIAN MATERI. Kepala SMK NU Tasikmalaya Drs Aceng Mubarok MPd mengarahkan agar siswa SMK NU Tasikmalaya bisa memiliki jiwa kepemimpinan dan wirausaha dalam kesempatan kegiatan LPKS di ruang kelas SMK NU Tasikmalaya, Rabu (20/1/2021).

TASIK – Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMK NU) Tasikmalaya terus membangun pusat pendidikan dan pelatihan berbasis industri dan dunia kerja (Iduka), sehingga unggul, mampu menghasilkan lulusan yang terampil dan profesional.

Kepala SMK NU Tasikmalaya Drs Aceng Mubarok MPd mengatakan, dalam pelayanan pendidikan, pihaknya berkomitmen untuk mengikuti perkembangan dan permintaan Iduka.

Dengan begitu antara SMK dan mitra industri ada keselarasan kurikulum sesuai kebutuhan Iduka.

”Kita sudah tetapkan dari pelajaran produktif untuk memakai kurikulum industri. Itu sesuai dengan keahlian kompetensi siswa,” katanya kepada Radar, Rabu (20/1).

Tujuan keselarasan sekolah dengan Iduka, kata dia, untuk meningkatnya kompetensi siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, sehingga terjadi perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di institusi pendidikan dan pelatihan kejuruan.

“Untuk pembelajaran di sini berbasis teaching factory. Oleh karena itu bisa meningkatkan kompetensi yang kebutuhan industri,” ujarnya.

Karena kompetensi keahlian yang dimiliki SMK NU Tasikmalaya ini ada rekayasa perangkat lunak (RPL) serta Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM).

Siswanya diarahkan pada pengembangan keterampilan, pengetahuan dan sikap tentang pelaksanaan Iduka dan dunia kewirausahaan.

“Pelaksanaan ini melalui penyelarasan tematik pada mata pelajaran normatif, adaptif dan produktif,” katanya.

Misal, untuk kompetensi keahlian TBSM dengan berbasis teaching factory di sekolahnya, mereka membuka bengkel untuk umum di laboratorium praktik TBSM.

“Untuk guru tamunya juga langsung dari Ahass yang bisa langsung mengarahkan dan mendidik siswa melayani servis motor dengan baik dan benar,” ujarnya.

Sedangkan teaching factory untuk kompetensi keahlian RPL, sekolah sudah kerja sama dengan industri yaitu B-one Corporation yang bergerak pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan begitu siswa diajak untuk peningkatan kemampuan atau keterampilan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

“Manfaatnya siswa mampu membuat website atau aplikasi lainnya dan memiliki budaya kerja yang profesional,” kata dia.

FOKUS. Siswa dan siswi SMK NU Tasikmalaya sedang memperhatikan materi kepemimpinan dan budaya kerja dalam kegiatan LPKS di ruang kelas SMK NU Tasikmalaya, Rabu (20/1/2021).

Selain SMK NU Tasikmalaya fokus pada peningkatan kualitas siswa memiliki budaya kerja di Iduka, juga mendidik siswa RPL dan TBSM pandai berwirausaha.

“Caranya dengan membangun dan mengarahkan kreativitas siswa berwirausaha mandiri dengan membuat program kreatif yang menciptakan produk baru.

Misalnya dari bahan singkong bisa menghasilkan makanan yang modern dan mempunyai nilai ekonomis,” ujarnya.

“Lalu siswa diarahkan untuk mengaktifkan akun YouTube untuk aktivitas kegiatan belajar sehingga bisa menjadi pilihan media pembelajaran elektronik,” kata dia.

Targetnya setelah lulus, diharapkan dengan mempunyai bekal kreativitas dasar yang sesuai kompetensi keahlian.

Siswa mempunyai keahlian RPL dapat membuat aplikasi online atau yang mempunyai keahlian TBSM membuat bengkel modifikasi motor dan jual beli motor dengan jaminan servis gratis.

“Maka target ketercapaian lulusan di sini yang bekerja industri dan berwirausaha bisa mencapai 70 persen,” ujarnya.

Sedangkan untuk melatih jiwa kepemimpinan siswa pun ia lakukan. Itu dikemas dalam program kerja OSIS SMK NU Tasikmalaya.

“Kita juga untuk meng-upgrade siswa untuk memahami organisasi ada pelatihan pengembangan kepemimpinan siswa (LPKS, Red),” kata dia.

Pembekalan tersebut, manfaatnya membentuk siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan berakhlak, berkompeten, bertanggung jawab, dan berdedikasi.

“Sehingga membawa perubahan di SMK NU Tasikmalaya lebih baik dari sistem organisasi dan program kerja membawa kebermanfaatan untuk sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Ketua OSIS SMK NU Tasikmalaya 2019/2020 Fikri Nurfajri didampingi Wakil Ketua OSIS SMK NU Tasikmalaya Jiyad Farhanul Hakim menjelaskan, LPKS diikuti 25 peserta dari kelas X dan XI.

Dengan materi diterimanya yaitu; sejarah OSIS dan MPK, Peran OSIS dan MPK dalam sekolah, ke-NU-an, kepemimpinan, dan budaya perilaku hidup bersih dan sehat.

“Kader yang mengikuti LPKS ini supaya lebih paham menjalankan roda organisasi sehingga bisa lebih baik keorganisasiannya dan membuat program kerja yang mampu meningkatkan kreativitas warga sekolah,” kata dia. (riz)

Be the first to comment on "SMK NU Cetak Lulusan Berjiwa Wirausaha"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: