Pembeli Wajib Menunjukkan Kartu Izin Start (KIS)

Tilang Menanti Pengendara Motor Bising

AKP Bayu Tri Nugraha

BUNGURSARI – Keresahan masyarakat oleh pengendara motor berknalpot bising, direspon Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya Kota.

Satlantas akan menindak tegas berupa sanksi tilang, bagi pengendara yang menggunakan knalpot racing atau knalpot bukan bawaan pabrik.

Tindakan tegas Satlantas ini, karena masyarakat yang terlintasi motor berknalpot bising merasa terganggu.

Raungan suara–motor berknalpot racing–memekakkan telinga sehingga menggangu kenyamanan warga.

Terlebih, para pengguna kendaraan knapot bising cenderung kebut-kebutan dan ugal-ugalan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Doni Hermawan SH, SIK, Msi, diwakili Kasat Lantas AKP Bayu Tri Nugraha menegaskan tindakan yang bakal diberlakukan bukan hanya kepada para pengguna kendaraan berknalpot bising saja.

Pihaknya juga akan bergerak bersama dinas dan instansi lain, menyisir toko-toko dan bengkel modifikasi yang menjual knalpot racing.

“Pelaku usaha berupa penjualan barang yang didagangkan (knalpot racing, Red) wajib mengikuti aturan yang ada.

Meskipun tindak lanjutnya mengarah kepada pelaku sebagai pengguna knalpot racing itu dalam bentuk tilang,” ujarnya, Senin (18/1).

Sanksi bagi penjual knalpot racing, tambah dia, bisa dikenakan terhadap toko penjual knalpot racing yaitu berupa pencabutan izin usaha.

Untuk itu, Bayu mengajak para pengusaha atau bengkel modifikasi knalpot untuk mengikuti aturan penjualan knalpot racing.

Menurut dia, pembeli knalpot racing wajib menunjukkan Kartu Izin Start (KIS) yang biasa digunakan di sirkuit balapan. Karena sejatinya, knalpot racing diperuntukkan motor balapan.

“Knalpot racing tidak diperkenankan (dijual, Red) bagi pengendara di jalan raya, apalagi pengendaranya masih di bawah umur.

Karena mereka hanya sekadar mencari sensasi dan aksi di jalan raya. Tentu hal itu tidak aman dan nyaman bagi pengguna jalan yang lain, termasuk masyarakat sekitar yang terlintasi,” terangnya.

Ditambahkan Bayu, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 07/2009 tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor menyebut batas ambang kebisingan sepeda motor yakni untuk tipe 80 cc ke bawah maksimal 85 desibel (db).

Lalu, tipe 80-175cc maksimal 90 db dan 175cc ke atas maksimal 90 db.

“Knalpot free flow (bobokan) juga seringkali dianggap tidak memenuhi persyaratan teknis dan melanggar pasal 285 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 yang berbunyi: Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban,” terangnya. (try)

Be the first to comment on "Tilang Menanti Pengendara Motor Bising"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: