Pengelolaan Pasar Mulai Hasilkan PAD

Retribusi Cikurubuk Dinilai Paling Buruk

SIMBOLIS. Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya H M Firmansyah menyerahkan SKPTU kepada salah seorang pedagang di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK), Jumat (18/1).

KAWALU – Sebagian pedagang pasar tradisional di Kota Tasikmalaya masih menunggak pembayaran retribusi. Pasar Cikurubuk memiliki catatan paling buruk di banding dengan yang lainnya.

Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya memberikan Surat Keputusan Pemanfaatan Tempat Usaha (SKPTU) kepada 253 pedagang di Pasar Cikurubuk, Pasar Padayungan dan Pasar Burung Besi.

Dokumen tersebut khusus untuk mereka yang sudah tertib membayar retribusi. Kepala Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya H M Firmansyah mengatakan saat ini sebagian pedagang masih belum membayar retribusi. Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "Retribusi Cikurubuk Dinilai Paling Buruk"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: