Penumpang Sriwijaya, Keluarga AU Hingga HMI

ISTIMEWA FIN KECELAKAAN PESAWAT. Salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 adalah Co Pilot Fadly Satrianto. Dia bukan co pilot yang turut menerbangkan pesawat tersebut. Dalam penerbangan itu, korban duduk di kursi 3D.

JAKARTA – Hilangnya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak masih menyisakan duka. Dari 50 penumpang, beberapa di antaranya diketahui adalah mantan Ketua PB HMI, putra Kalimantan Barat Mulyadi P Tamsir dan beberapa keluarga anggota personel Angkatan Udara (AU).

Mulyadi, diketahui bersama istrinya, Makrufatul Yeti Srianingsih adalah pengantin baru. Selain itu, mertua dari Mulyadi diketahui merupakan penumpang pesawat Sriwijaya Air rute yang dinyatakan hilang saat penerbangan dari Jakarta ke Pontianak, Sabtu (9/1/2020).

Ketua Badko HMI Kalbar Fikri Hakil Nur memastikan dan melakukan pencarian informasi valid. “Dari data nama yang beredar penumpang yang ada, benar ada Kanda Mulyadi mantan Ketum PB HMI,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa pihak PB HMI juga sudah mengecek ke Badko HMI Kalbar. Begitu juga sebaliknya pihaknya sudah berkoordinasi ke Jakarta. “Kita berharap dan berdoa untuk yang terbaik,” kata dia
Selain mantan Ketum HMI Kalbar, diketahui ada tiga anggota keluarga personel TNI Angkatan Udara yang menjadi penumpang. “Benar ada tiga anggota keluarga personel TNI AU masuk manifest pesawat.

Suaminya berdinas di Lanud Supadio, Pontianak,” tutur Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Indan Gilang B ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Sabtu.

Tiga anggota keluarga dari personel TNI AU itu, yakni Rahmania Ekananda (istri), Dinda Amelia (anak), dan Fazila Ammara (anak). Mereka keluarga dari Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Supadio Kolonel Teknik Akhmad Khaidir.

Gilang berharap para penumpang pesawat Sriwijaya Air dapat segera ditemukan oleh petugas.
Mengenai pilot pesawat Sriwijaya Air Capt Afwan, kata Gilang, Capt Afwan merupakan mantan personel TNI AU yang sudah purna tugas sejak tahun 1998.

“Beliau (Afwan) pernah berdinas di Skadron Udara 4 dan Skadron Udara 31,” kata Gilang.
TNI AU sendiri telah menyiagakan helikopter dan pesawat fix wing untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR).

“Helikopter Super Puma NAS-332 Skadron Udara 6 dan EC-725 Caracal Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja Bogor serta personel SAR dari Korpaskhas telah disiagakan,” katanya.

Selain helikopter, lanjut dia, TNI AU juga menyiapkan pesawat fix wing Boeing 737 Intai Maritim Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanudin Makassar dan CN-295 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 take off dari Bandara Sukarno Hatta pukul 14.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB, hilang kontak di atas pulau Lancang Kepulauan Seribu. (fin)

Be the first to comment on "Penumpang Sriwijaya, Keluarga AU Hingga HMI"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: