AC Milan 2 vs 0 Torino

Kembali ke Jalur Kemenangan

Twitter AC Milan RAYAKAN. Para pemain AC Milan merayakan gol tendangan penalti Franck Kessie ke gawang Torino di San Siro, Minggu (10/1/2021) dini hari WIB.

MILAN – AC Milan kembali ke jalur kemenangan setelah menekuk Torino 2-0 di San Siro, Minggu (10/1/2021) dini hari WIB. Dengan tambahan tiga poin itu, Rossoneri memperkuat posisinya di papan klasemen sementara Serie A, unggul empat poin dari Inter yang akan bermain melawan AS Roma malam ini pukul 18.30 WIB.

Gol pertama Diavolo lahir pada menit 25 dari Rafael Leao usai menerima assist dari Brahim Diaz. Sang tuan rumah kembali menambah keunggulan pada menit 36 setelah Franck Kessie berhasil mengeksekusi tendangan penaltinya.

Pelatih AC Milan Stefano Pioli sama sekali tidak terkejut bahwa skuad Rossoneri segera bangkit kembali untuk mengalahkan Torino setelah sebelumnya dipermalukan Juventus 3-1 di San Siro. “Harus saya akui, saya sama sekali tidak terkejut dengan penampilan ini,” kata sang pelatih kepada DAZN dikutip Radar Tasik dari Football Italia.

“Saya mengenal para pemain ini dan mengharapkan mereka memberikan respons seperti ini. Babak pertama luar biasa, terutama dalam hal kualitas, dan kami pasti mendapat tekanan selama babak kedua melawan tim Torino dalam performa yang baik,” ujarnya.

Kessie tidak hanya mengeksekusi penalti, tetapi juga mengonfirmasi statusnya sebagai satu-satunya pemain membuat Milan sangat bergantung padanya.

“Franck adalah pemain yang lengkap, dia memberi kami fisik, energi, kualitas, melindungi pertahanan dan merajut gerakan ke depan juga. Dia memiliki mentalitas positif abadi dalam situasi pertandingan, dia yang pertama membantu rekan satu tim atau meyakinkan mereka. Ini adalah sisi muda yang membutuhkan bimbingan dan dorongan. Jadi Kessie sangat berharga dalam hal itu,” tutur dia.

Ada kabar baik dengan kembalinya Zlatan Ibrahimovic dan Hakan Calhanoglu, tetapi juga buruk, karena Sandro Tonali ditarik keluar dan Brahim Diaz juga mengalami cedera.

“Kami belum memiliki berita apa pun, kita harus lihat, mereka berdua mendapat pukulan yang buruk. Yang mengecewakan saya adalah kehilangan Leao untuk pertandingan berikutnya, karena saya belum pernah melihat pemain yang dipesan untuk simulasi di lini tengah. Saya tidak berpikir itu adil atau pemahaman yang nyata tentang situasi,” kata Pioli.

Pioli sangat menyukai Leao pada pertandingan dini hari tadi, karena pemain asal Portugal itu meningkatkan fokusnya, konsentrasinya, dan konsistensi bermainnya. “Dia masih sangat muda dan sedang belajar. Dia memiliki karakteristik tertentu, jadi bukan penyerang tengah tradisional Anda,” tutur dia.

“Saya pikir Leao, selain potensinya, dikontrak saat itu untuk bermain sebagai striker pendukung. Namun, dia sekarang menjadi pemain yang lebih lengkap yang dapat bervariasi di berbagai posisi. Jadi kami siap untuk melakukan perombakan jika diperlukan,” ujar dia.

Ibrahimovic tidak diharapkan kembali hari ini, tetapi bermain selama lima menit terakhir plus penghentian. “Kami tahu bahwa jika dia lulus ujian terakhir besok dalam latihan, dia akan siap untuk sebagian kecil permainan. Cedera otot sudah di belakangnya sekarang, kita akan lihat pada hari Rabu apa yang harus dilakukan di Coppa Italia. Zlatan itu unik, kami berharap dia dalam kondisi prima secepat mungkin,” ujarnya.

Roma dan Inter akan saling berhadapan pada Minggu malam untuk perburuan tempat kedua. Apakah Pioli mendukung Giallorossi atau dia lebih memilih hasil imbang?

“Saya pasti akan menonton Roma-Inter (nanti malam), tapi bukan karena klasemen. Saya akan menonton karena saya yakin ini akan menjadi pertandingan sepak bola yang luar biasa antara dua pelatih yang sangat cerdas dan saya menyukai olahraganya,” tutur dia.

Pelatih Torino Marco Giampaolo frustrasi dengan kekalahan I Granata dari klub lamanya Milan yang mengakhiri catat tak terkalahkan timnya selama empat kali secara beruntun.

Ada insiden aneh ketika wasit memberikan tendangan penalti kepada Toro, tetapi berubah pikiran setelah tinjauan VAR di lapangan, memutuskan Simone Verdi menendang Sandro Tonali daripada tersandung.

“Saya menilai permainan selama 95 menit penuh. Saya harus mengatakan kami menonton selama 45 menit dan kemudian memainkan 45 menit lainnya. Lalu ada insiden selama pertandingan. Melihat insiden penalti lagi, saya pikir itu adalah penalti bagi kami, tetapi itu tidak mengubah apa pun sekarang,” kata Giampaolo kepada DAZN.

“Kami tidak menunjukkan karakter atau kepercayaan diri yang cukup di babak pertama dan mengompromikan hasilnya, meskipun reaksi bagus setelah jeda. Tidak ada yang ingin mengambil tanggung jawab menjalankan risiko, kami dimatikan,” tutur dia.

Andrea Belotti bekerja keras di depan, tetapi Torino tetap terlalu bergantung pada striker bintang mereka. “Belotti murah hati, dia tidak hanya duduk di sana dan menunggu bola, dia kembali dan membantu. Saya tidak suka permainan bola panjang, karena kami bisa terlalu melebar, saya selalu lebih suka umpan lain,” ujarnya. (snd)

Be the first to comment on "Kembali ke Jalur Kemenangan"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: