Kasus Positif Diimbangi Kesembuhan

dr Uus Supangat Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya

TASIK – Kasus terkonfrmasi positif di Kota Tasikmalaya masih terus bertambah. Saat ini bertambah 49 orang dengan pasien sembuh 87 orang dan meninggal 0.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan, sampai Sabtu (9/1/2021) kasus yang masih aktif sebanyak 473 orang. ”Penambahan positif dan kesembuhan saat ini seimbang,” kata dia Sabtu (9/1/2021).

Meski begitu, masyarakat, kata Uus, tetap jangan abai terhadap protokol kesehatan. Pasalnya Covid-19 ini betul-betul adanya. ”Kami minta jangan kendor dalam protokol kesehatan, khususnya penerapan 3M,” kata dia.

Uus menjelaskan ke 473 pasien sampai saat ini masih mendapatkan isolasi di tempat-tempat isolasi yang sudah disediakan oleh pemerintah. ”Kalau isolasi mandiri khawatir terjadinya ada klaster keluarga,” kata dia.

Saat ini, masyarakat juga harus sudah siap menerima vaksin yang disediakan pemerintah. Itu sebagai salah satu upaya dalam pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. ”Harapan kami masyarakat menerima vaksin itu,” kata dia.

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Asep Hendra Hendriana menjelaskan tentang rencana vaksinasi.

”Kita sudah menyiapkan 22 puskesmas, 1 RSUD dr Soeksrdjo dan 3 klinik total 26 faskes untuk tempat penyuntikan vaksin Covid,” kata Asep.

“Saat ini kita melakukan simulasi hari kedua guna memberikan edukasi kepada tenaga kesehatan,” ujarnya. ”Seperti yang kemarin sebagai rangkaian vaksin nanti,” kata dia.

Pemerintah Pusat: PPKM Wajib
Daerah yang menolak menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa dan Bali diperintahkan segera mematuhi. Karena daerah yang menerapkan PPKM adalah bagian dari daerah zona merah atau risiko tinggi.

”Bagi pihak mana pun yang menolak kebijakan dari pusat untuk segera mengindahkan instruksi pemerintah. Karena instruksi ini bersifat wajib,” tegas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito di Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Kebijakan PPKM Jawa dan Bali tersebut dibuat untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19. Ini dirancang guna kepentingan sektor kesehatan dan ekonomi. Berdasarkan grafik, Pulau Jawa dan Bali merupakan zona merah. Selain itu, menjadi kontributor terbesar di tingkat nasional dalam penambahan kasus positif tertinggi.

”Bukan saja pemerintah daerah, masyarakat di daerah tersebut bisa melihat dengan jelas tingkat kedaruratan penyebaran Covid-19 di wilayah yang wajib dibatasi kegiatannya itu,” lanjut Wiku.

Untuk indikator penetapan wilayah PPKM Jawa dan Bali, diantaranya tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional. Kemudian, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional. Lalu tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional. Begitu juga dengan tingkat keterisian rumah sakit untuk intensive care unit (ICU) dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Karena itu, pengetatan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) oleh pemda harus lebih ditingkatkan. Terutama sosialisasi dan penerapan sanksi bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan. (ujg/rh/fin)

Be the first to comment on "Kasus Positif Diimbangi Kesembuhan"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: