Tahap Pertama, Kota Tasikmalaya Mendapatkan 5.000 Dosis Vaksin

Dinkes Simulasi Vakinasi Covid-19

ujang nandar / radar tasikmalaya simulasi vaksinasi. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya saat melaksanakan simulasi vaksinasi Jumat (8/1/2021).

TASIK – Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya melaksanakan simulasi pelaksanaan vakinasi Covid-19 di Puskemas Kersanegara Kecamatan Ciberem Jumat (8/1/2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Asep Hendra Hendriana mengatakan simulasi vaksinasi diharapkan bisa memberikan gambaran kepada petugas di fasilitas kesehatan (faskes) pemberi vaksin agar tak gamang dan tak gagap serta tak grogi.

Melalui simulasi vaksinasi itu, diharapkan vaksinasi bisa berjalan sesuai ketentuan dan lancar.
”Kita sudah menyiapkan 22 puskesmas, 1 RSUD dr Soekardjo dan 3 klinik (polisi dan TNI). Total 26 faskes untuk tempat penyuntikan vaksin Covid,” kata ” kata dr Asep kepada wartawan di sela-sela pelaksanaan simulasi vaksinasi Jumat (8/1/2021).

Simulasi vaksinasi melibatkan per­wakilan para nakes seluruh puskesmas. Mulai pendaftaran, screening, penyuntikan dan observasi.

“Nanti seperti itu tahapannya dengan melibatkan nakes agar mereka paham betul ketika melaksanakan vaksinasi,” ujarnya. “Kita lakukan (simulasi vaksinasi) selama 2 hari. Hari ini 11 puskesmas dan besok 11 puskesmas lagi simulasi ini,” kata dia.

Vaksinasi Covid-19 rencananya dimulai pada Rabu (13/1/2021). Adapun yang pertama divaksin yaitu Presiden RI, sedangkan Kamis (14/1/2021) akan dilanjutkan dengan Gubernur dan kepala daerah lainnya.
“Untuk Kota Tasikmalaya saya belum ada informasi siapa yang akan pertama divaksinasi, karena Pak Wakil Wali Kota Tasikmalaya (Plt Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf, Red) berumur 62 tahun. Jadi tidak masuk kategori,” kata dia.

Sedangkan kategori yang memang wajib vaksinasi yaitu yang berumur 18 sampai 59 tahun.
Kota Tasikmalaya rencananya akan mendapatkan 5.000 dosis vaksin untuk tahap pertama. “Itu sudah jelas sasaran pertamanya, bahkan tetap siapa yang mendapat pemberitahuan melalui online,” katanya.

Asep menjelaskan, kondisi Covid-19 di Kota Tasikmalaya saat ini kesembuhan terkonfirmasi positif Covid-19 ada di angka 76 persen. Itu dilihat dari jumlah kasus yang masih aktif sekitar 499 kasus. Artinya masih ada 21 persen belum sembuh dari total jumlah 2366 kasus. “Untuk yang meninggal positif ada di kisaran 2,2 persen,” kata dia.

Untuk kematian akibat Covid-19 di Kota Tasikmalaya, kata dia, bila dibandingkan dengan nasional seimbang. Sedangkan bila dibandingkan Jawa Barat, tinggi kematiannya. “Karena provinsi ini kasus yang meninggal hanya 1,6 persen,” kata dr Asep.

Dokter Asep meminta, masyarakat jangan abai meski tingkat kesembuhan tinggi di Kota Tasikmalaya karena bila dilihat dari persentase kasus meninggal dunia juga tinggi.

“Kami harap masyarakat tetap menerapkan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, Red),” ujarnya mengimbau.

Satgas Penanganan Covid-19 saat ini telah membentuk bidang baru yaitu Bidang Perlindungan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan tenaga medis.

“Dan menurunkan penambahan angka kematian tenaga kesehatan akibat Covid-19 dengan pendekatan promotif dan preventif, serta kuratif dan rehabilitatif melalui respon cepat,” ujar Wiku memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (7/1/2021) dilansir dari covid19.go.id.

Hal ini juga, menurut Wiku, sebagai upaya pemerintah melengkapi upaya penanganan pandemi Covid-19. Yang mana keberadaan tenaga kesehatan saat ini semakin berkurang karena gugur menjadi korban terpapar Covid-19.

Dari data yang disampaikan sebelumnya pada agenda keterangan pers pada Selasa (3/1/2021) lalu, Wiku menyebut bahwa hingga saat ini sudah tercatat ada 237 dokter yang meninggal. Dimana tren dokter yang meninggal cenderung mengalami peningkatan dan terutama terjadi di bulan Desember 2020.

Jika masyarakat terus abai dan tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat, maka fasilitas kesehatan yang ada tidak akan cukup menangani kasus-kasus baru. “Satu-satunya cara bagi masyarakat adalah dengan mencegah penularan dan menjalankan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” ujar Wiku berpesan. (ujg/sep)

Be the first to comment on "Dinkes Simulasi Vakinasi Covid-19"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: