Unsil Apresiasi Sepuluh Artikel Terbaik di KKN Mandiri

PROGRAM KKN. Mahasiswa Unsil KKN Mandiri di Lembur dengan penerapan strategi quadruple helix sebagai katalisasi program pemberdayaan masyarakat dan Inovasi Produk Anyaman Bambu Berbasis Konservasi dan Kearifan Lokal.

Sebanyak 992 mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Juli dan Agustus atau periode II 2020.

Mereka membuat laporan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat tersebut. Hasilnya, bisa menumbuhkan motivasi mandiri dan memacu pembangunan masyarakat.

Ketua Pelaksana KKN Unsil Tasikmalaya Mandiri di Lembur Eri Cahrial Ir MP mengatakan telah selesainya kegiatan KKN Mandiri di Lembur pada 2020 di masa pandemi Covid-19 membawa hasil yang positif.

Eri Cahrial Ir MP Ketua Pelaksana KKN Unsil Tasikmalaya Mandiri di Lembur

Itu karena KKN Mandiri di Lembur diarahkan dan diselaraskan dengan program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah dengan memfokuskan pada topik peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yakni, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan dan peningkatan daya beli.


“Selama mahasiswa melaksanakan KKN mandiri di masa pandemi Covid-19, mereka tetap merasakan potret kehidupan yang sebenarnya.

Serta memanfaatkan peluang untuk mengabdi dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Eri kepada Radar, Kamis (7/1/2020).

Tambah Eri, yang juga Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM-PMP) Unsil, kegiatan KKN tersebut merupakan kerja sama antara USAID Mitra Kunci dengan Unsil bisa menghasilkan karya atau produk yang bermutu untuk kelangsungan hidup masyarakat.

Untuk karya dari 74 kelompok KKN Mandiri di Lembur ini ada 10 artikel terbaik yang menjadi cerita kesuksesan kegiatan KKN periode II kali ini.


“Untuk laporan KKN terbaiknya seperti; Penerapan Strategi Quadruple Helix sebagai Katalisasi Program Pemberdayaan Masyarakat; Pembibitan Tanaman Hias Hutan Sebagai Solusi Maraknya Perburuan Ilegal, dan Inovasi Produk Olahan Nira Aren di Ujung Kampung Desa Sukahurip serta Edukasi Konservasi Sebagai Langkah Menjadi Agen Konservasi, Inovasi Produk Anyaman Bambu Berbasis Konservasi dan Kearifan Lokal,” ujarnya.

Selanjutnya, judul artikel KKN terbaik yaitu Pemberdayaan Tanaman Apotek Hidup, Pembuatan Tanaman Hidroponik, dan Kuliner Lokal Berbasis Kearifan Lokal.

Lalu, Sistem Vertikultur Sebagai Solusi Optimalisasi Lahan Pekarangan yang Sempit di Dusun Palasari, dan Apotek Hidup sebagai Solusi Mengadakan Tanaman Herbal di Palasari.


“Mudah-mudahan artikel tersebut memberikan inspirasi bagi kegiatan lanjutan yang berdampak luas bagi masyarakat,” kata Eri berharap.

Kasubbag Kerja Sama dan Humas Unsil Dedi Hartadi S Kom menjelaskan pandemi Covid-19 tidak menghalangi bagi kegiatan mahasiswa dalam melakukan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kampus Unsil.

Satu diantaranya KKN yang diharuskan melaksanakan kegiatan secara online.

“Kegiatan KKN secara daring memang ber­tujuan untuk meminimalkan terkena penu­laran Covid-19.

Namun, sesekali mereka turun langsung ke warga dengan membagikan bantuan berupa masker hingga alat perlindungan diri lainnya untuk kesehatan dirinya sendiri,” ujarnya.


Dengan bisa turun ke desa, sambung Dedi bisa membantu masyarakat untuk terus disiplin menggunakan protokol kesehatan.

Paling tidak bisa mensosialisasikan dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan pakai masker, jaga jarak, cuci tangan.

“Sehingga mampu menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam memetakan masalah dan membangun komunikasi di masa pandemi Covid-19.

Termasuk mengakomodir pencegahan penyebaran Covid-19 di saat adaptasi kebiasaan baru dengan mengajak masyarakat agar disiplin protokol kesehatan,” katanya. (riz)

Be the first to comment on "Unsil Apresiasi Sepuluh Artikel Terbaik di KKN Mandiri"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: