Ketua Komisi II Berharap Ada Penanaman Kedelai di Tasik Berkualitas Impor

Stok Kedelai Lebih dari Kebutuhan

STOK KEDELAI. Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya memastikan bahwa stok kedelai untuk konsumsi Kota Tasikmalaya masih aman.

TASIK – Meski harga kedelai saat ini mengalami kenaikan, ketersediaan kedelai di Kota Tasikmalaya masih aman. Itu setelah adanya monitoring harga kedelai pada Rabu (6/1).

Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya Enung Nurteti mengatakan, saat ini stok kedelai di Kota Tasikmalaya masih tersedia sekitar 720 ton. Sedangkan kebutuhan setiap bulannya 520 ton.

”Sisa stok masih banyak. Itu sudah kami buktikan melalui monitoring kemarin yang bekerja sama dengan konsultan,” kata dia Kamis (7/1/2020).

Menurut dia, 520 ton kedelai tersebut untuk kebutuhan Kota Tasikmalaya saja, sedangkan Kota Tasikmalaya merupakan kota distribusi yang stok kedelai itu dibutuhkan oleh daerah tetangga, seperti Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis Banjar untuk berbelanja di Kota Tasikmalaya. ”Untuk ketersediaan sendiri masih lebih dari kebutuhan,” kata dia menjelaskan.

Kenaikan harga kedelai, kata Enung, karena ada pembatasan impor ke Asia, termasuk di dalamnya Indonesia, sehingga harga melonjak. ”Ada pembatasan impor dari Cina, karena untuk pemulihan ekonomi,” kata dia.

Selama ini memang, pengrajin tempe dan tahu bahan baku kedelainya masih menggunakan kedelai impor, tidak menggunakan kedelai lokal.

”Alasannya karena hasil dari olahan cukup bagus hasilnya dan untung besar, sedangkan untuk penggunaan kedelai lokal kurang bagus untuk hasil tempe dan tahu,” kata dia.

Menurut dia, sebetulnya saat ini bukan tidak ada kedelai lokal, tetapi kedelai lokal itu kurang diminati oleh para pengrajin tempe dan tahu. ”Itu yang menjadi kurangnya kedelai lokal,” kata dia.

Ke depannya, sebagai salah satu solusi atau pun terobosan, pemerintah memang harus mencoba terobosan dengan membudidayakan tanaman kedelai berkualitas impor.

Hanya saja meski bibit dari impor itu tidak akan sama kualitasnya bila di tanam di Indonesia karena beda iklim dan tanah.

”Memang seharusnya Indonesia itu menanam kedelai yang sama kualitasnya impor agar bisa langsung diantisipasi bila ada kenaikan seperti saat ini,” kata dia.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Andi Warsandi menilai, salah satu upaya memang harus menanam tanaman kedelai dengan kualitas impor.

”Itu bisa dicoba karena bila ada kenaikan harga kedelai impor ini, tidak akan terdampak seperti saat ini,” kata dia. (ujg)

Be the first to comment on "Stok Kedelai Lebih dari Kebutuhan"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: