Menjawab Problematika SDM Melalui Program STC

BERIKAN MATERI. Direktur Sufi Training Center (STC) Ustaz Adang Nurdin MPd saat memberikan materi pada acara pelatihan yang dilaksanakan oleh STC beberapa waktu lalu sebelum pandemi.

Sufi Training Center (STC) menghadirkan pelatihan yang berfokus pada upaya menumbuhkan spiritual skill dengan menghasilkan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Saat ini SDM unggul itu sudah menjadi keharusan bagi setiap orang, perusahaan dan lainnya.

Termasuk SDM Unggul, Indonesia Maju merupakan slogan yang masih diingat pada saat perayaan HUT RI ke-74.

Bahkan di HUT RI Tahun 2020 ini tema kemerdekaan yakni Indonesia Maju.

“Demikian vitalnya peran serta sumber daya manusia dalam menentukan arah kesuksesan, keberhasilan dan kemajuan suatu bangsa maka perlu usaha dan ikhtiar yang maksimal untuk mengembangkan SDM unggul,” ujar Direktur Sufi Training Center (STC) Ustaz Adang Nurdin MPd.

Manusia, kata Ustaz Adang, memiliki berbagai potensi yang telah Allah berikan apabila dimaksimalkan, maka akan menghasilkan SDM yang unggul.

Ustaz Adang Nurdin MPd Direktur Sufi Training Center (STC)

Ustaz Adang menjelaskan, SDM unggul dibutuhkan dalam perusahaan agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Selain masalah kinerja, perusahaan harus mengevaluasi hal-hal yang menyangkut dengan perilaku kerja.

Apakah karyawan dalam periode kinerja tertentu melakukan pelanggaran disiplin, seperti datang terlambat, pulang cepat, mangkir dan lainnya.

“Untuk memiliki SDM yang baik bukan hanya memiliki job skill yang baik tapi harus memiliki mental spiritual yang baik,” ujarnya.

Pengembangan SDM tidak hanya cukup pembekalan kemampuan bekerja saja tapi harus seimbang dengan kemampuan mengelola mental spiritualnya,” kata Ustaz Adang, Selasa (5/1/2021).


Menurut dia, untuk menjawab dan mencetak SDM unggul serta memiliki mental spiritual yang baik, STC menghadirkan pelatihan berfokus pada upaya menumbuhkan spiritual skill yang akan mendorong setiap SDM memiliki skill komprehensif dan berimbang diantaranya adalah program training Spiritual Upgrading.

Komposisi materinya, pertama yakni The Miracle of Ibadah, ruang ibadah tidak terbatas kepada salat, zakat dan puasa namun semua aktivitas apabila dioreintasikan kepada Allah akan menjadikan kerja bernilai ibadah,” jelas Ustaz Adang.

Semangat ibadah akan membawa dampak positif bagi pribadi yang melakukan berbagai pekerjaan, karena benefit yang akan diterima bukan hanya sebatas honor dari perusahaan namun limpahan keberkahan yang dirasakan dalam kehidupan.

“Mindset ibadah akan mendorong mental seseorang menjalanakn pekerjaannya bukan hanya sebatas menuntaskan tupoksi semata kepada pimpinan, lebih dari itu sebagai bentuk tanggung jawab kepada Allah SWT,” katanya.

Selain itu, STC juga akan memberikan materi Quantum Ikhlas. Seringkali reward dan punishment menjadi salah satu daya dorong setiap SDM dalam meningkatkan kinerjanya, para karyawan mau bekerja karena ingin mendapatkan bonus atau takut kena sanksi bukan atas dasar kesadaran dalam diri bahwa pekerjaan ini bagian dari proses ibadah, sehingga harus ikhlas semata karena allah.

“Itu biasanya setiap pelatihan kita dorong, agar dalam pekerjaannya baik ada pimpinan atau tidak tetap semangat bekerja maksimal,” kata dia.


Nilai spiritualitas ini apabila sudah menjadi mindset dan karakter maka secara otomatis akan terjadi peningkatan kinerja yang sangat signifikan.

STC juga memberikan materi yakni menjadi pribadi tahan uji materi ini mengajak insan agar menjadi pribadi yang tahan uji.

“Karena mereka bekerja tidak sendiri, melainkan bekerja secara tim, pasti ada permasalahan.

Dalam hal ini para peserta diajak untuk bisa memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya dengan hati yang lapang.

Ujian ibarat peningkatan kualitas diri sehingga apapun permasalahan yang dihadapi dijadikan sebagai peluang dan tantangan bukan sebagai ancaman ataupun menjadi keluh kesah yang akan menurunkan performa diri dalam bekerja,” kata dia.

STC memiliki perbedaan dengan lembaga training center lainnya yakni dengan mengemas materi secara menarik dengan berbagai simulasi dan fun game yang membuat peserta larut dan memahami secara kontekstual dalam kehidupan nyata serta tidak jenuh dalam mengikuti sampai tuntas.


“Selain training indoor dalam bentuk kelas pelatihan, STC juga menghadirkan kegiatan training yang dibalut dengan outbond, berbagai permainan untuk melatih kerja sama, kekompakan dan kebersamaan tim disuguhkan dengan menggali dan memaknai setiap permainan yang dikaitkan dengan tema pelatihan, peserta akan merasakan kegembiraan serta memperoleh hikmah mendalam di dalamnya,” kata Ustaz Adang.

Tidak kalah penting disajikan dalam pelatihan penutup training STC yaitu menjadi kekhasan adalah adanya sesi muhasabah diri, proses kontemplasi dan perenungan diri menjadi sebuah cermin evaluasi bagi peserta, menumbuhkan kesadaran diri dengan menghitung setiap kesalahan dan dosa di masa lalu untuk diperbaiki di masa mendatang.

“Ibarat spion yang menjadi rambu-rambu kehidupan, betapa kasih sayang pencipta begitu besar di saat setiap detiknya kita lupa kepadanya.

Sesi ini akan semakin menguatkan pesan spiritual dalam meningkatkan motivasi diri untuk lebih baik dalam setiap aktivitas,” kata Ustaz Adang. (ujg)

Be the first to comment on "Menjawab Problematika SDM Melalui Program STC"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: