Teater 28 Berkreasi Seni Pementasan Lewat Virtual

UJIAN RESITAL. Angkatan 2019 telah resmi dilantik menjadi anggota Teater 28.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater 28 Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya terus merawat berkesenian di masa pandemi ini. Mereka melaksanakan pementasan dan program kerja melalui virtual.

Koordinator Dimensi Pementasan Alfi Ihsan Nul Karim (Calung) mewakili Kaisar Teater 28 Unsil Handi (Titik) mengatakan di usianya Ke-30, Teater 28 dihadapkan pandemi Covid-19, tetapi tetap memberikan sajian berkesenian monolog, drama, dan musikalisasi puisi dengan pertunjukan virtual.

Mereka memanfaatkan layanan online untuk menginspirasi penonton dengan mengakses media sosial Teater 28, seperti; Youtube dan Instagram.

“Tujuannya adanya virtual ini agar seniman di kalangan mahasiswa bisa bangkit dengan ruang baru untuk berkreativitas,” kata Alfi kepada Radar, Kamis (31/12).

Tentunya dengan gagasan dari Teater 28 ini, para mahasiswa yang memiliki pencinta kesenian pementasan bisa mengasah kemampuannya mereka di tengah pandemi Covid-19.

“Makanya kita rutin melakukan program wajib satu tahun sekali yaitu Siliwangi Monologue Event (SME, Red), karena saat pandemi Covid-19 untuk merealisasikan dengan menggunakan virtual,” ujarnya menerangkan.

Wadah SME 2020 secara virtual ini, sambung Alfi, mempunyai tema Monolog Mimpi Terjaga Berkegiatan dan Menjaga Mimpi Para Ingin Berkesenian.

DISKUSI VIrTUAL. Panitia dan Dewan Juri Perlombaan Siliwangi Monologue Event (SME) 2020 virtual sedang melaksanakan rapat penentuan juara.

Event SME 2020 diikuti 29 peserta dari mahasiswa se-Jawa dan Bali pada Oktober -November 2020.

“Wadah virtual ini untuk mewujudkan para talenta mahasiswa untuk terus menyalurkan bakatnya dalam pertunjukkan seni monolog, sehingga bisa menemukan mimpi aktor untuk semangat dan bergairah dalam menampilkan seni peran di tengah pandemi Covid-19 dengan aman dan sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Teknisnya, kata Alfi, bagi pendaftar dengan mengirimkan video sesuai dengan tema. Video monolog tersebut berdurasi 20 menit. Murni teksnya, tanpa edit dan pengambilan video satu arah kamera di bagian depan.

“Hasilnya yang mendapatkan juara dari Unsika Karawang, Universitas Kebangsaan RI Bandung dan Unisba Bandung,” ujarnya.

Anggota UKM Teater 28 Unsil Azis Fahrul Roji (Waru) menjelaskan, dalam program memperkenalkan UKM Teater 28 kepada mahasiswa baru juga menggunakan virtual.

Mereka melaksanakannya saat Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Siliwangi (Ombus) 2020.

”Kita mengikuti Demo UKM saat mahasiswa baru mengikuti Ombus 2020 dengan membuat video.

Tujuannya untuk memperkenalkan kepengurusan, visi dan misi, dan program kerja Teater 28 yang disajikan lewat virtual,” katanya.

Di dalam video itu, memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru harus bisa bersatu dalam keanggotaan dan terus produktif melakukan berkesenian.

“Yang terpenting ketika ingin bergabung di Teater 28 harus ada niat untuk belajar. Maka dengan sendirinya akan muncul kesenian tanpa disadari,” ujarnya.

PENGUMUMAN. Koordinator Dimensi Pementasan Alfi Ihsan Nul Karim atau Calung (kiri) didampingi Kaisar Teater 28 Unsil Handi (Titik) menginformasikan pemenang Siliwangi Monologue Event (SME) 2020.

Lalu, ketika ikut bergabung di Teater 28 ini, anggotanya harus memiliki tanggung jawab dan teamwork.

“Selain melatih keorganisasian dan berkesenian juga mendidik untuk saling menjaga kekompakan atau kerja sama,” katanya.

Hasilnya, dalam tiga tahun terakhir bisa meraih prestasi pada pagelaran Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2018 di Yogyakarta yaitu menjadi harapan pertama untuk kategori baca puisi.

Sedangkan Peksimida 2018 Jawa Barat mendapatkan juara pertama di lomba; baca puisi, monolog, dan penulisan lakon.

“Selain itu, untuk lomba drama pendek Putu Wijaya 2019 di Galeri Indonesia Kaya Jakarta, kita mendapatkan nominasi aktor dan sutradara terbaik,” ujarnya. (riz)

Be the first to comment on "Teater 28 Berkreasi Seni Pementasan Lewat Virtual"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: