Harus Amanah, Hindari Korupsi

SILATURAHMI. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diwawancara media usai silaturahmi ke kediaman KH Mustofa Bisri (Gus Mus) di Ponpes Roudlott Tholibin Leteh, Rembang, Jumat (25/12/2020).

REMBANG – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini (25/12/2020) sowan ke kediaman KH Mustofa Bisri (Gus Mus) di Ponpes Roudlott Tholibin Leteh, Rembang. Pertemuan Menag dengan pamannya tersebut berlangsung tertutup.

Usai pertemuan, Menag menyampaikan bahwa ada dua pesan yang diberikan oleh Gus Mus kepadanya.

“Yang pertama tentunya harus amanah, menghindari perilaku korupsi dan kolusi,” kata Menag, Jumat (25/12/2020) dalam siaran persnya.

Pesan kedua, Menag diminta merangkul semua pihak untuk dapat memiliki perasaan yang sama terhadap negara Indonesia, meskipun masyarakat memiliki latar belakang yang berbeda.

“Yang kedua beliau berpesan untuk merangkul siapa saja agar memiliki perasaan yang sama terhadap Indonesia.

Tidak penting latar belakangnya apa, kelompok, agama, dan ras apa. Semua kita ajak untuk bersama-sama mencintai Indonesia,” ujar Menag.

Dengan mencintai Indonesia, kata Menag, maka cita-cita pemerintah untuk menjadikan negara ini lebih baik dan lebih maju akan lebih mudah dicapai.

Sebelumnya, Kamis (24/12/2020) malam, Menag beserta Kakanwil Kemenag Jateng, Mustain Ahmad berkunjung ke Gereja Blenduk, Semarang.

Menag mengapresiasi perayaan Natal yang berlangsung dengan lancar dan patuh dengan protokol kesehatan (prokes).

“Natal diadakan sesuai dengan prokes. Gereja yang berkapasitas 200 jamaah hanya diisi oleh 85 jemaah,” ujarnya.

“Situasi aman dan lancar. Saya tanya saudara kita umat Kristiani, mereka merasakan kenyamanan yang berbeda pada tahun ini,” sambungnya.

Kemarin, Menteri Agama menghadiri Pengukuhan Dewan Pimpinan MUI 2020-2025 di Jakarta.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Periode 2020-2025, sejumlah Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, serta para tokoh agama dan pimpinan Ormas Islam.

Menurut Menag, keberlangsungan pembangunan nasional banyak dipengaruhi oleh meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama.

Pembangunan tidak bisa berjalan lancar tanpa disertai terbangunnya kualitas kehidupan beragama.

Keberagamaan yang rukun, damai, dan sejahtera adalah faktor penting tercapainya pembangunan nasional.

“Dalam konteks inilah, kita berharap peran MUI yang lebih luas dan tegas dalam mengawal kerukunan,” kata Menag.

“Saya percaya peran para tokoh agama, pimpinan ormas keagamaan, dan seluruh elemen bangsa sangat jelas dalam menciptakan kerukunan di tengah masyarakat.

Inilah wajah Indonesia yang sangat kita cintai, sebuah warna keberagamaan yang begitu soft, menjadikan Indonesia kini sebagai rujukan dalam mengelola harmoni,” lanjutnya.

Gus Yaqut menilai, MUI adalah pilar penting tegaknya NKRI. Sejarah mencatat, MUI lahir dan tumbuh memberi warna pembangunan nasional.

MUI adalah bagian tak terpisahkan dari kemajuan bangsa. Karena itulah, eksistensinya akan selalu dijaga bersama dalam bingkai NKRI. (snd)

Be the first to comment on "Harus Amanah, Hindari Korupsi"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: