Unsil Terus Meraih Prestasi Nasional

BERPRESTASI. Tim Tasik Inovasi dari Jurusan Teknik Elektro Unsil berhasil meraih juara 3 pada kompetisi IoT Makers Creation 2020, Rabu (30/9/2020).

Universitas Siliwangi (Unsil) terus mendapatkan prestasi. Mahasiswa mereka mendapatkan juara tingkat nasional.

Kasubbag Kerja Sama dan Humas Unsil Dedi Hartadi S.Kom mengatakan di masa pandemi Covid-19 ini mahasiswa dituntut proaktif.

Selain belajar, mereka harus berkarya. Hasilnya, luar biasa. Minggu (29/11/2020), mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Siliwangi Muhammad Rifki Rahmat Alkahar meraih prestasi pada pagelaran Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XV 2020.

“Peksiminas XV kali ini memang berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya karena diselenggarakan dalam pandemi Covid-19.

Tetapi hal tersebut tidak mengurangi kualitas, esesni serta gengsi dari perlombaan level puncak pada bidang seni tersebut, sehingga mahasiswa kita meraih juara 2 foto kreatif pada bidang fotografi yang diselenggarakan secara daring oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Indonesia,” kata Dedi kepada Radar, Kamis (10/12/2020).

Terdapat 15 kategori lomba yang diperebutkan oleh seluruh mahasiswa Indonesia dalam Peksiminas bertema Normal yang Bukan Normal.

“Karya ini sarat makna dan memiliki nilai filosofis dengan kondisi sekarang karena memberikan pesan berkenaan kehidupan baru di masa new normal atau adaptasi kehidupan baru.

Dalam perlombaan fotografi ada sekitar 300 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang bersaing untuk memperebutkan juara,” ujarnya.

Dedi Hartadi S.Kom Kasubag Kerja Sama dan Humas Unsil

Prestasi lainnya yaitu diraih tim mahasiswa Jurusan Teknik Elektro. Mereka dari Tasik Inovasi yang beranggotakan Tedy Apriadi, Mohammad Excel Andi Nahrul Hayat dan Susi Sulistiawanti dan delapan orang lainnya.

“Mereka berhasil meraih juara 3 pada kompetisi IoT Makers Creation 2020 pada Rabu (30/9) yang diikuti oleh 57 tim dari seluruh Indonesia,” kata dia menerangkan.

Kompetisi IoT Makers Creation 2020 merupakan kolaborasi Asosiasi IoT Indonesia dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, didukung oleh PT XL Axiata, PT Tower Bersama, dan PT Alita Praya Mitra.

Kompetisi ini terdiri dari beberapa tahap yaitu, tahap pertama seleksi full paper dan video dan tahap kedua presentasi.

Pada seleksi full paper dan video terpilih menjadi 10 tim untuk lanjut ke tahap kedua, kemudian diambil juara 1, 2, dan 3 dari hasil presentasi.

“Dalam kompetisi tersebut tim Tasik Inovasi mahasiswa dari jurusan teknik elektro membuat suatu alat yaitu smart ventilator berbasis Internet of Things. Smart ventilator ini merupakan ventilator khusus yang dirancang untuk menangani pasien Covid- 19,” ujarnya.

Raihan prestasi mahasiswa Unsil, dalam bidang fotografi dan IoT ini, menjadikan cerminan untuk perkembangan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan (ormawa) atau unit kegiatan kemahasiswaan (UKM) di lingkungan Unsil, karena lebih banyak lagi lomba yang dijuarai oleh mahasiswa bisa membawa Unsil lebih dikenal.

“Tentunya ini tidak lepas dari peran lembaga yang selalu mendukung dengan penuh serta memberi fasilitas yang memadai sehingga dapat menunjang keberhasilan mahasiswa dalam berprestasi,” kata dia.

Tedy Apriadi, mahasiswa Unsil Jurusan Teknik Elektro, bagian dari tim yang mengikuti Kompetisi IoT Makers Creation 2020, menjelaskan, keberhasilan timnya meraih juara 3 pada kompetisi IoT Makers Creation 2020, karena pada alat smart ventilator memiliki fitur monitoring dan kontrol.

Fungsinya untuk monitoring detak jantung dan kadar oksigen dalam darah pasien, monitoring aliran oksigen dan monitoring pressure.

“Serta ada fitur control ambubag yang bisa di-setting untuk mode dewasa dan anak-anak, ataupun disesuaikan dengan kondisi pasien,” ujarnya.

FOTO JUARA LOMBA. Mahasiswa Unsil Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Siliwangi Muhammad Rifki Rahmat Alkahar meraih juara 2 foto kreatif pada bidang fotografi. Lomba tersebut diselenggarakan secara daring oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Indonesia.

Canggihnya alat smart ventilator karya tim mahasiswa Jurusan Teknik Elektro itu juga dapat digunakan secara online dan offline.

Secara online dapat di tampilkan pada komputer dan aplikasi pada smartphone.

“Sedangkan offline dapat ditampilkan di layar LCD nextion,” katanya.
Optimis dan Menikmati Proses.

Mahasiswa Unsil Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Siliwangi Muhammad Rifki Rahmat Alkahar menjelaskan tentang kompetisi foto kreatif. Saat itu proses tahapan lomba begitu cepat dan sistematis.

Mulai pendaftaran, technical meeting, pengumpulan hingga pengumuman hasil karya yang hanya beberapa hari saja.

“Namun berkat optimis dengan tidak ragu untuk memulai dan menikmati prosesnya akan terus berkarya,” ujarnya.

Ia pun menceritakan mengenai proses yang dilakukan selama pengambilan foto. Sebelum mengambil gambar, Rifki terus berkonsultasi terlebih dahulu kepada fotografer senior.

“Dengan bertukar ide sehingga terciptalah gambar yang sesuai dengan yang diinginkan,” kata dia menjelaskan.

Meskipun kampus Unsil bukan kampus seni, kata dia, bukan berarti tidak ingin bersaing dengan kampus lain.

Oleh karena itu ia pun senang saat Unsil banyak UKM-UKM berkemajuan dan pihak Unsil memfasilitasi sarana dan prasarana yang memadai.

“Ada beberapa kendala saat pengambilan foto salah satunya alat yang kurang memadai sehingga berharap ke depannya lembaga lebih memfasilitasi dengan baik mahasiswa yang mengikuti Peksiminas dalam berbagai lomba,” ujarnya berharap. (riz)

Be the first to comment on "Unsil Terus Meraih Prestasi Nasional"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: