Pusat Ibadah dan Sarana Pendidikan Civitas Akademika

PUSAT IBADAH DAN PENDIDIKAN. Masjid Al Muhajirin menjadi pemusatan ibadah dan pendidikan Islam di Universitas Siliwangi (Unsil) Kamis (5/11/2020).

Rektor Unsil Tasikmalaya Prof Dr H Rudi Priyadi Ir MS meyakini masjid sebagai pusat ibadah umat Islam.

Oleh karena itu, ia memiliki pandangan agar Masjid Al Muhajirin ini terus melakukan kegiatan salat berjemaah, pengajian, dan sebagai sarana pembinaan jiwa ruhani civitas akademika Unsil.

”Saya memberi dukungan penuh kepada masjid ini sebagai sarana pusat ibadah, misalnya dalam rangka melaksanakan salat fardu berjema’ah, berzikir, dan ibadah lainnya sehingga bisa mengarahkan segenap civitas akademika yang muslim untuk semakin memperkokoh silaturahmi.

Karena adanya keutuhan persatuan dan persaudaraan yang tetap terjaga,” kata Prof Rudi kepada Radar, Kamis (5/11/2020).

Prof Rudi ingin mengembangkan pembinaan berbasis masjid, karena pihaknya memandang potensi utama dalam mengoptimalkan peranan Masjid Al Muhajirin sebagai sarana pembinaan umat, dengan memahami fungsi-fungsinya yaitu masjid sebagai pewaris nilai-nilai ajaran agama Islam, dengan memposisikan menjadi tempat pengajaran, pendidikan Islam dan pengembangan ilmu.

KEGIATAN MASJID AL MUHAJIRIN. Rektor Unsil Tasikmalaya Prof Dr H Rudi Priyadi Ir MS (kedua dari kanan) bersama Ketua Umum Masjid Al Muhajirin Unsil Tasikmalaya H Nana Setialaksana Drs MPd (kanan) melaksanakan program peduli Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Dengan adanya fungsi dakwah di dalam masjid dapat untuk memberikan fatwa atau nasihat agama kepada segenap civitas akademika, sehingga mampu menambah wawasan mereka dalam memahami Islam yang sempurna,” ujarnya.

Ketua Umum Masjid Al Muhajirin Unsil Tasikmalaya H Nana Setialaksana Drs MPd menjelaskan sebagai pengurus masjid kampus akan menjelaskan peran evolusinya dalam memakmurkan masjid.

“Masjid kampus mempunyai lima evolusi. Yaitu sebagai tempat ibadah, tempat pembelajaran, amal usaha, komunitas asrama/pesantren mahasiswa dan penguasaan ekonomi umat,” kata dia.

Pihaknya pun kini sedang bertahap memilih memanfaatkan Masjid Al Muhajirin ini sebagai wahana pusat pembelajaran.

“Maka mahasiswa bisa belajar untuk meningkatkan tiga kualitas. Yang pertama spiritualitas, aktualitas mengamalkan Al-Qur’an dan as-sunah dan penanaman moral sehingga ketika menjadi pemimpin bangsa yang benar,” ujarnya.

Dalam memakmurkan masjid di masa pandemi Covid-19 pihak menggunakan secara daring, salah satunya kajian yang dilakukan Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (Amki) di Masjid Salman ITB yaitu pengembangan kegiatan masjid kampus dengan tema peran serta masjid kampus dalam membangun karakter mahasiswa untuk peradaban Indonesia yang unggul.

Sedangkan untuk kegiatan keseluruhan baik sebelum pandemi Covid-19 atau sudah antara lain; masa ta’aruf anggota baru (MTAB) yang merupakan tahap awal dari jenjang pengkaderan di Masjid Al Muhajirin.

“Itu berupa pengenalan dan penanaman nilai – nilai kemasjidan yaitu pembinaan, pengkajian, pelayanan dan pengabdian masyarakat,” kata dia menjelaskan.

Lalu ada Rihlah yaitu tadabbur alam. Tujuannya senantiasa memberikan pelajaran kehidupan yang berharga, menikmati panorama dan sajian indah untuk berfikir merenungi kebesaran Allah Swt dan juga menjadi ajang merekatkan kekeluargaan pengurus Masjid Al – Muhajirin.

“Di dalamnya ada malam bina takwa (Mabit, Red) sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah,” ujarnya.

Masjid sebagai tempat pembelajaran, di sini rutin melakukan Kajian Islam Kamis (Kismis). Program tersebut merupakan sebuah kajian keislaman rutin mingguan yang dikupas secara ilmiah oleh para narasumber yang mumpuni.


“Kajian ini bersifat terbuka (umum, Red) khususnya mahasiswa Unsil,” kata dia.
Menjalankan masjid sebagai peran sosial, pihaknya melaksanakan Program Paket Ramadan (P2R).

Beberapa rangkaian program-program terbaik yang dirancang untuk menjadikan bulan suci Ramadan lebih bermakna dan berkesan di Kampus Universitas Siliwangi.

“Diantaranya ada pelatihan tata kelola masjid kampus se-Jawa Barat, bazar muhajirin, Nuzulul Quran, pelatihan pengurusan jenazah, bakti sosial dan lain-lain,” ujarnya.

“Selanjutnya ada program Idul Kurban 1442 Hijriyah Masjid Al-Muhajirin Unsil sebanyak 9 ekor sapi dan 1 ekor domba,” kata dia. (riz)

Be the first to comment on "Pusat Ibadah dan Sarana Pendidikan Civitas Akademika"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: