PLP Unsil Siapkan Mahasiswa Menjadi Guru Profesional

SAMBUTAN. Dekan FKIP Unsil Tasikmalaya Dr H Cucu Hidayat MPd saat sambutan beberapa waktu lalu.

Dekan FKIP Unsil Tasikmalaya Dr H Cucu Hidayat MPd mengatakan Permenristekdikti Nomor 55 tahun 2017 pasal 1 butir 8, menyatakan bahwa program PLP merupakan pengamatan/observasi dan pemagangan yang dilakukan mahasiswa program sarjana pendidikan.

Itu untuk mempelajari aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan di sekolah/lembaga pendidikan masyarakat.

Sebanyak 1.054 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsil Tasikmalaya mengikuti pengenalan lapangan persekolahan (PLP) 1 dan 2 tahun akademik 2020/2021. Mereka akan mengikuti PLP di lembaga pendidikan masyarakat dan SMA/sederajat. Kegiatan itu dimulai 1 Oktober hingga 26 November 2020.

”Adanya mahasiswa mengikuti PLP ini bisa menyiapkan guru/tenaga pendidik yang kompeten dan profesional,” katanya kepada Radar, Kamis (22/10/2020).

Kemudian, program PLP merupakan bagian yang integral dari keseluruhan kurikulum pendidikan guru berdasarkan kompetensi (PGBK). Itu wajib ditempuh oleh setiap
mahasiswa FKIP Universitas Siliwangi.

Dengan harapan dapat menyiapkan dan mengkader mahasiswa agar menjadi guru di masa depan yang andal, unggul, tangguh, memiliki wawasan kebangsaan dan berjiwa wirausaha.

“Bagi mahasiswa belajar menghadapi tantangan pembelajaran daring yang harus disempurnakan.

Redi Hermanto MPd Ketua PLP FKIP Unsil Tasikmalaya

Ke depannya bisa menjadi pendidik yang memiliki kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional, bertanggung jawab, dan berdisiplin pada bidangnya,” ujarnya.

Selain itu, dalam kegiatan pembekalan mahasiswa sudah memberikan pembelajaran. Dengan begitu mahasiswa mampu bagaimana mengelola Learning Management System (LMS), menyiapkan media/video pembelajaran, dan lain-lain dalam pembelajaran daring.

Dalam melakukan praktik di lapangan, mahasiswa sudah dibekali kegiatan PLP I. Itu tentang aktivitas observasi, analisis dan penghayatan langsung secara daring terhadap kegiatan terkait dengan kultur sekolah/lembaga pendidikan masyarakat. Lalu manajemen sekolah/lembaga pendidikan masyarakat, dan
dinamika sekolah/lembaga pendidikan masyarakat sebagai lembaga pengembang pendidikan dan pembelajaran.

“PLP 1 ini untuk memperkuat kompetensi pemahaman mahasiswa dalam meng­identi­fikasi kultur sekolah/lembaga pendidikan masyarakat, peraturan dan tata tertib sekolah/lembaga pendidikan masya­rakat, serta pengamatan praktik-praktik pembiasaan dan kebiasaan positif di sekolah/lembaga pendidikan masyarakat pada masa pandemi Covid-19,” kata dia.

Selanjutnya, PLP III untuk memperkuat dan mengintegrasikan kompetensi pemahaman mahasiswa terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik, penguasaan bidang keilmuan dan/atau keahlian, kepribadian. Bahkan memberikan kesiapan untuk menjadi calon guru/tenaga pendidik yang profesional.

BERSINERGI. Dekan FKIP Unsil Tasikmalaya Dr H Cucu Hidayat MPd (tengah) bersama mitra Unsil Tasikmalaya dari lembaga pendidikan, Sabtu (3/10/2020).

“Setelah mengikuti kegiatan PLP II, mahasiswa di bawah bimbingan guru pamong diharapkan memahami tentang analisis sistem penilaian dan evaluasi, analisis kurikulum dan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran serta penyusunan perangkat pembelajaran (RPP, Red), media, LKS, bahan ajar dan instrumen
penilaian,” ujarnya.

“Selanjutnya peserta PLP mampu mendampingi guru mata pelajaran dengan menggunakan ragam strategi pembelajaran dan media pembelajaran secara daring,” tambahnya.

Ketua PLP FKIP Unsil Tasikmalaya Redi Hermanto MPd menjelaskan, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP I dan PLP II) merupakan mata kuliah wajib ditempuh oleh mahasiswa di setiap jurusan di FKIP.

Penugasannya dengan menerapkan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran di sekolah/lembaga pendidikan masyarakat, dalam pengawasan dan bimbingan 301 guru pamong dan 124 dosen lapangan.

“PLP ini bertujuan untuk melatih dan membina mahasiswa FKIP agar dapat meningkatkan kualitas kompetensi keguruannya, sehingga ke depannya bisa mendidik siswa yang bermoral dan cerdas,” katanya.

Untuk tempat pelaksanaan PLP yaitu sekolah/lembaga pendidikan masyarakat yang sudah menjadi mitra FKIP Universitas Siliwangi.

Penempatan tersebut disesuaikan dengan mata pelajaran/bidang studi kajian keilmuan mahasiswa selama mengikuti perkuliahan.

PENYERAHAN. Ketua MKKS SMA Kota Tasikmalaya Aam Abdullah Mahmud (kiri) mewakili Unsil menyerahkan berkas peserta PLP kepada Kepala Seksi Pendidikan KCD Wilayah XII Tasikmalaya Dedi Suryadin SPd MPd, Sabtu (3/10/2020).

“Jadi mereka tersebar di 26 SMA/ sederajat dan lembaga pendidikan masyarakat yang berada di lingkungan Kota/Kabupaten Tasik dan Ciamis,” ujarnya.

Rinciannya sebagai berikut; Pendidikan Masyarakat: PKBM/SKB/LKP/Instansi-instansi Pemerintah/Dinas-dinas terkait.

Sedangkan untuk di SMA sederajat untuk jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Geografi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sejarah dan Pendidikan Fisika.

“Maka jumlah peserta PLP ini sebanyak 1054 mahasiswa yang berasal 10 jurusan,” kata dia.
Pelaksanaannya sesuai arahan Rektor Unsil Tasikmalaya Prof Dr H Rudi Priyadi Ir MS, harus menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19. Oleh karena itu PLP dilaksanakan secara daring.

“Itu bentuk mempertimbang­kan faktor kesehatan dan kese­lamatan mahasiswa serta semua pihak di lembaga pendidikan sebagai mitra Unsil,” kata dia menjelaskan. (riz)

Be the first to comment on "PLP Unsil Siapkan Mahasiswa Menjadi Guru Profesional"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: