Perpustakaan Jantungnya Unsil

MENYAPA RAMAH. Kepala Perpustakaan Unsil Yoni Hermawan MPd (kanan) menyapa pengunjung perpustakaan Rabu (7/10/2020).

Rektor Unsil Tasikmalaya Prof Dr H Rudi Priyadi Ir MP mengatakan di masa pandemi Covid-19, perpustakaan tetap dibuka untuk pelayanan peminjaman, akses baca buku, dan pengembalian dengan tetap protokol kesehatan.

Mulai cek suhu badan, harus memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak. Selanjutnya bagi yang ingin masuk perpustakaan juga dibatasi sebanyak 20 orang.

Bagi Universitas Siliwangi (Unsil), perpustakaan adalah jantung. Karena di situlah ada pusat peradaban dan sumber ilmu pengetahuan.

”Perpustakaan tetap melakukan pelayanan di masa pandemi ini karena sebagai jantungnya universitas, sehingga mahasiswa Unsil bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk pengembangan diri mereka baik inspirasi riset, karya tulis, skripsi, dan lainnya,” katanya kepada Radar, Rabu (7/10/2020).


Dengan perhatian untuk terus melengkapi buku, kenyamanan, dan cetak SDM pustakawan profesional ini, maka pihaknya terus mengusahakan adanya update atau upgrade kebutuhan perpustakaan Unsil.

Selanjutnya, berkat kerja sama dengan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN), Forum Perpustakaan Perguruan tinggi Indonesia wilayah Jawa Barat (FPPT) Jabar, dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

“Alhamdulillah bisa mendapatkan akreditasi B pada 2020. Walau masih PTN baru bisa mendapatkannya merupakan perjuangan yang luar biasa dari kita semua,” ujarnya.

Prof Dr H Rudi Priyadi Ir MP Rektor Unsil Tasikmalaya

Pihaknya pun ingin terus meningkatkan akreditasi perpustakaannya. Dengan jalan sesuai kemampuan melihat Unsil masih PTN baru.

“Dalam penambahan buku per tahunnya berkoordinasi dengan semua prodi Unsil agar setiap prodi memiliki buku wajibnya,” kata dia.

MENUNJUKKAN. Kepala Perpustakaan Unsil Yoni Hermawan MPd menunjukkan perpustakaan Unsil sudah bekerja sama dengan perpustakaan nasional, sehingga anggota perpustakaan bisa mengakses e-jurnal nasional, Rabu (7/10/2020).

Langkah lainnya untuk meningkatkan akreditasi Perpustakaan Unsil yaitu dengan meng-upgrade SDM pegawai perpustakaan agar selalu mengikuti pelatihan pustakawan.

“Diharapkan setelah meng-upgrade karyawan perpustakaan pengelolaan buku yang profesional,” ujarnya.

Kepala Perpustakaan Unsil Yoni Hermawan MPd menyampaikan perpustakaan merupakan gudang ilmu ataupun jendelanya dunia. Dengan perpustakaan dikelola secara profesional sehingga mampu mengangkat citra positif Unsil.

“Artinya jika ingin menguasai dunia maka banyaklah membaca ataupun riset ilmu pengetahuan,” kata dia.


Perpustakaan di Unsil, kata dia, memiliki sistem pencarian online katalog yaitu Opac. Antara lain; karya tulis ilmiah mahasiswa, buku keilmuan sesuai prodi, majalah, dan jurnal. Koleksi pun berisi berbagai judul buku sebayak 15769.

“Sedangkan memiliki buku eksemplar 28.115. Untuk hasil riset atau skripsi para alumni ada 4.561 orang diganti perlima tahun sekali,” ujarnya.

Untuk akses daring bisa dari repositori.unsil.id. Itu yang dipasang website hasil riset dan skripsi mahasiswa.

PROTOKOL KESEHATAN. Mahasiswa menerapkan protokol kesehatan saat menunggu di perpusatakaan Unsil. Foto bawah, mahasiswa saat beraktivitas menggunakan wifi.

Selain itu, karena Unsil sudah bekerja sama dengan perpustakaan nasional, maka mahasiswa dapat mengaksesnya e-jurnal nasional dan internasional.

“Seperti dari https// e resources.perpusnas.go.id, one search.id, doaj.org dan garu­da ristek dikti.id,” kata dia.

Hingga saat ini, untuk pengunjung perpustakaan Unsil per tahun sudah mencapai 19.360 orang.
“Mahasiswa yang literat dapat memberikan energi positif untuk kemajuan Unsil,” ujarnya. (riz)

Be the first to comment on "Perpustakaan Jantungnya Unsil"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: