Kemarin Dirazia, Hari Ini ke Jalan Lagi

UJANG NANDAR / RADAR TASIKMALAYA KEMBALI KE JALAN. Manusia silver beraksi di Perempatan Padayungan Kota Tasikmalaya Jumat siang (11/9/2020).

TASIK – Meski sudah terjaring razia gabungan Pol PP dan Dinsos Kota Tasikmalaya kemarin, sebagian manusia silver hari ini (11/9/2020) sudah kembali ke jalan.

Pantauan radartasik.id, manusia silver telah kembali ke jalan. Mereka meminta sumbangan ke pengguna jalan di Perempatan Padayungan dan Alun-Alun Kota Tasikmalaya. Dua orang diantaranya manusia silver yang terjaring razia kemarin.

Kepala Bidang Trantibum Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyisiran kembali menyisir manusia silver yang beroperasi di jalanan. “Bila kami temukan akan kami bawa lagi,” ujarnya.

Dia menjanjikan akan terus melak­sanakan razia lebih masif di beberapa lokasi manusia silver beroperasi. “Akan terus kami sisir sampai manusia silver itu tidak ada,” katanya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam mengatakan, pemerintah tidak serius dalam pelaksanaan pembinaan anak jalanan dan lainya seperti manusia silver.
“Dalam pemberdayaannya tidak serius, makanya mereka kembali ke jalan,” kata dia.

Dia mengkritisi langkah Pemkot yang terkesan sama dari dulu: razia hanya sekadar pendataan, diberikan pembinaan selanjutnya di lepaskan kembali.

“Harusnya diberikan pembinaan secara berkelanjutan agar betul-betul mendapatkan pekerjaan yang layak dan tidak kembali ke jalan,” kata dia.

Manusia silver, badut, pengamen, pengemis dan topeng monyet, sebelumnya, terjaring razia petugas gabungan Kamis (10/9/2020).

Mereka digiring ke kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya Jalan Ir Juanda.

Petugas melakukan razia dari Perempatan Rancabango, Simpang Jati, Perempatan Mitra Batik, Alun-Alun dan Perempatan Padayungan.

Manusia Silver, Hendrik (12) mengaku sudah tiga bulan menjadi manusia silver. Setiap hari, dia mendapatkan penghasilan Rp 100.000-Rp 150.000. “Itu diberikan kepada orang tua sebagian. Buat jajan sebagian,” ungkap dia.

Untuk mendapatkan penghasilan Rp 150.000. Dia turun ke jalan mulai pukul 09.00 sampai magrib. “Itu setiap hari,” ujarnya.

Dia memutuskan menjadi manusia silver karena melihat temanya yang berpenghasilan lumayan. “Saya juga ingin hanya jalan-jalan bisa men­dapatkan hasil lumayan,” ujar dia.

Selama menjadi manusia silver, badannya baik-baik saja, meski menggunakan cat untuk sablon.
“Ini cat sablon untuk membersihkannya menggunakan pencuci piring,” ungkap dia.

Manusia silver lainnya, Libya Deni Ramdani (24) menjelaskan bahwa manusia silver merupakan komunitas. Sebagian uangnya diberikan kepada orang yang membutuhkan.

“Sebagian untuk istri sebagian. (Sebagian) diberikan dalam bentuk nasi kotak kepada orang yang membutuhkan,” ungkap dia.

Ia mengetahui bahwa mengamen di jalanan seperti di perempatan jalan dilarang. “Saya tahu bahwa tidak boleh di jalan, rencananya juga keliling, bukan di perempatan,” kata dia. (ujg)

[/membersonly]

Be the first to comment on "Kemarin Dirazia, Hari Ini ke Jalan Lagi"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: