5 Seniman Berebut Kursi DKKT 1

KOMPETISI. Kandidat DKKT 1, mengambil nomor urut seusai pengumuman verifikasi calon ketua di Aula Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT) Minggu Sore (6/9).

CIHIDEUNG – Sebanyak lima seniman siap memperebutkan kursi Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) periode 2020-2025, di Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Oktober mendatang.

Empat diantaranya merupakan penantang dari bidang musik dan teater, sementara satu kandidat petahana dari bidang sastra.

Ketua SC Musda DKKT, Duddy Rachayu Suhada mengumumkan lima calon itu terdiri dari Budi Riswandi (Bode), Falhan Basya (Aang), R Atik Suwardi K, Widiyanto (Wit Jabo) dan Yaman Suryaman MH.

Menurutnya, Musda pertama DKKT merupakan momen ini menjadi titik balik geliat kesenian sebagai ruang ekspresi.

Ia yakin para pemilik suara yang berjumlah 72 voter, dari 11 rumpun kesenian dan lainnya, akan memilih kandidiat terbaik yang mempunyai kepedulian terhadap kemajuan kesenian di Kota Tasikmalaya.

“Pada 10 September mendatang, mereka akan mengikuti kontes gagasan sebagai sarana kampanye yang terbuka dilaksanakan di Gedung Kesenian,” ucap Duddy dalam jumpa pers terkait pengumuman hasil verifikasi bakal calon dan pengambilan nomor urut di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT), Minggu (6/9).

Calon Nomor Urut 1, Yaman Suryaman MH dari bidang musik mengaku apabila terpilih dirinya akan mendorong seluruh rumpun dan potensi seni yang ada ke arah profesional.

Menyelenggarakan event di setiap jenjang agar potensi seni budaya daerah bisa lebih berkembang. “Kebetulan saya pun Ketua Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (Hapmi) Kota Tasikmalaya dan kemarin sukses menggelar event pop singer.

Ke depan saya ingin mendobrak setiap rumpun seni menyelenggarakan kontes semacam itu ke berbagai jenjang tingkatan,” tuturnya.

Calon Nomor Urut 2, Aang mengaku apabila terpilih, ia bertekad mengakomodir semua potensi seni yang ada.

Pentolan band cokepit itu, pun akan mendorong kesejahteraan para seniman lewat digitalisasi karya seni. “Secara global, saya akan majukan teman seniman kesejahteraan lewat digitalisasi,” ungkap gitaris band cadas, Gaijin tersebut.

Calon Nomor Urut 3, R Atik Suwardi K berkomitmen akan memajukan industri seni daerah apabila terpilih di DKKT 1. Bassist Cleopatra itu ingin mewujudkan perubahan signifikan pada geliat seni dan budaya Kota Tasikmalaya.

“Seniman Tasik harus menjadi pegiat yang mengikuti kemajuan zaman, mendorong pembangunan daerah lewat sektor pariwisatanya.

Sebab, banyak potensi seni budaya yang layak tampil di kancah Nasional,” ungkap penggagas Forum Musisi Peduli Tasikmalaya tersebut.

Sementara itu, Calon Petahana, Bode Riswandi termotivasi untuk maju kembali di DKKT, atas dasar kesadaran dan keterpanggilan secara pribadi.

Mengingat, ia masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah di periode pertama, salah satunya menyukseskan Perda Pemajuan Budaya.

“Formula mengenalkan Tasikmalaya lewat pintu kesenian, sudah kita jajaki dan upayakan dari tahun ke tahun.

Melalui Festival Putu Wijaya, Lomba Baca Puisi antar Master dan tahun ini karena pandemi, kita batal helatkan event berkaliber Internasional.

Saya apresiasi banyaknya kandidat, berharap DKKT ke depan bisa terus memperluas jejaringnya dalam mengembangkan seni budaya daerah,” ungkat Dosen Universitas Siliwangi tersebut.

Ia yakin para kandidat apabila berkesempatan duduk di DKKT akan mengembangkan seni budaya lebih baik lagi.

Ia tidak menganggap para pesaingnya sebagai penantang, namun sahabat seniman yang mumpuni di bidang masing-masing.

“DKKT akan terus menjembatani ruang ekspresi seniman budayawan, saya pribadi tahu betul bagaimana iklim sehat pembentukan organisasi ini, adunurat syaraf, kritik dan lain sebagainya. Atas itu saya merasa terpanggil kembali,” ucap Ketua DKKT periode 2015-2020 ini.

Calon Nomor Urut 5, Widianto ‘Wit Jabo’ dari Teater Dongkrak, mengatakan seni itu elastis tidak kaku. Maka ia ingin mendongkrak motivasi dan semangat para pegiat seni agar lebih bergelora lagi.

Melalui peranan DKKT sebagai wadah atau perahu yang menampung sejumlah rumpun seni. “Saya akan berusaha mengkatrol semangat teman pegiat seni ke wilayah kreatif lebih luas lagi.

Karena kesenian tidaklah statis dan harus mengolah kemampuan yang ada di tubuh masing-masing sebagai modal kemajuan Kota Tasikmalaya,” papar runner -up aktor terbaik di ajang South Borneo art Festival Banjarmasin beberapa waktu lalu itu. (igi)
[/membersonly]

Be the first to comment on "5 Seniman Berebut Kursi DKKT 1"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: