Baju Korban Pembunuhan Masih Dicari

AKP Yusuf Ruhimat Kasatreskrim Polresta Tasikmalaya

TASIK – Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota masih terus mengembangkan kasus dugaan pembunuhan KA atau DR (21) oleh tersangka EB (38).

Saat ini, tim dari Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih mencari baju-baju korban yang dijual tersangka EB.

[/membersonly]
“Itu berupa pakaian korban yang dibawa pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota Yusuf Ruhimat Kamis (3/9/2020).

Tersangka EB mengaku kepada polisi telah menjual baju-baju korban ke penjual baju bekas.
“Itu terus kami cari. Karena kekurangan bukti berupa pakaian,” ungkap dia.

Menurutnya, pembunuhan KA alias DR oleh tersangka EB, karena EB ingin menguasai barang milik korban berupa baju.

“Motifnya ingin merebut tas itu yang di dalamnya berupa pakaian, itu sudah kita cari dalam dua hari ini,” kata dia.

Yusuf berharap, barang bukti pakaian korban yang dijual tersangka bisa segera ditemukan.
“Petunjuk juga bahwa bersangkutan itu membunuh korban dan juga menjual baju-baju itu,” ujar dia.

Setelah menemukan titik terang bahwa wanita muda yang ditemukan mengambang di kolam ikan Cihandiwung, Sukamaju Kaler, Indihiang, Kota Tasikmalaya, Satreskrim Polres Tasikmalaya bergerak cepat.

Mereka memburu tersangka. Hasilnya, tim Buru Sergap Satreskrim menangkap EB (38) di rumahnya di Sindangkerta, Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya Rabu dini hari (2/9/2020).

Kepada penyidik, EB mengaku membunuh korban KA (21), wanita muda asal Cilembang, Cihideung. Dia yang sehari-hari berjualan cilok ingin mengambil barang-barang yang dimiliki korban.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhimat menjelaskan, sehari sebelum pembunuhan, korban tiba di eks Terminal Cilembang malam hari. Kala itu dia bertemu ibu angkatnya di Cirebon.

Korban saat itu menunggu kerabatnya yang tinggalnya di Cilembang. Dia lupa lagi tempat tinggal kerabatnya tersebut, karena dari kecil tinggal bersama orang tuanya.

Namun, korban sempat sekolah dasar di Kota Tasik. Kemudian, pindah ke Cirebon. Saat tiba di Cilembang malam hari, korban tengah duduk sendirian di sebuah warung.

“Saat korban kebingungan, pelaku yang sedang panik dikejar utang melihat buntelan yang dibawa korban. Pelaku menduga di buntelan itu ada barang berharga,” ujar Yusuf saat ekspose kasus tersebut Rabu siang (2/9/2020).

Tersangka EB saat itu berpura-pura mengenal kerabat korban dan akan membawanya ke rumah kerabatnya itu. Tapi, dia malah membawanya ke Situ Gede lalu ke rel kereta api di Cihandiwung.

“Saat di rel itu, pelaku beraksi mengambil barang bawaan korban. Namun, korban berteriak. Panik, pelaku langsung mencekik korban dan menyeretnya hingga meninggal dunia,” terang Kasat Reskrim.

Setelah korban meninggal, jasad wanita muda itu dilempar tersangka ke kolam ikan. Lalu, dia memilah-milah barang bawaan korban.

Setelah terkumpul pakaian yang masih bagus, pelaku bergegas menjual pakaian itu ke penjual pakaian bekas.

“Dijual pakaian korban laku Rp 115.000. Lalu uang itu dipergunakan pelaku untuk pulang kampung dan menyicil utangnya,” tambahnya. (ujg/rez) Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "Baju Korban Pembunuhan Masih Dicari"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: