Menjadi dokter banyak seninya. Begitulah yang dirasakan dr Polar Silumi SpOG MHKes. Terlebih, dia hanya ingin membantu pasiennya.

Dokter Banyak Seninya

Dokter Polar mengawali karier dari dokter umum. Itu tahun 1990. Dia pernah dikirim ke daerah-daerah terdepan Indonesia. Baginya, itu pengalaman seru. Terlebih, dia menikmatinya. Tanpa beban.

“Saya pernah bertugas di dr PTT RSUD Jayapura, Papua selama tiga tahun, 1994-1997,” kata pria kelahiran Jakarta itu.

Setelah menjadi dokter umum, dia tertarik mendalami ilmu kebidanan. Itu membawanya bersekolah di Spesial Obgin FK Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang tahun 2001.

“Kebahagiaannya saat melihat bayi yang lucu-lucu. Itu membuatnya indah dan nyaman,” ujarnya yang kini menjadi dokter spesialis kandung ini.

Menangani ibu hamil, itu harus mempunyai keterampilan khusus. Tidak cukup knowledge (ilmu). Namun harus memiliki jiwa seni. “Merawat mereka itu harus banyak seninya,” kata dr Polar yang sudah 19 tahun di bidang kandungan itu.

Ia menggambarkan tahapan perempuan hamil luar biasa. Apalagi calon ibu yang menunggu anak pertama. Mereka gembira. Juga khawatir. Apalagi mulai kandungan tri semester 1 sampai 3. Sehingga ia dituntut mempunyai kesabaran.


“Saya berusaha memberikan motivasi agar pasien muncul semangat baru. Karena ini baik untuk perkembangan kesehatan pasien dan pertumbuhan janin,” ujarnya menjelaskan.

Salah satu seni yang mesti dimiliki dokter yaitu seni berkomunikasi. Pasien itu beragam karakternya. Pembawaannya. Kondisi itu menuntutnya aktif berkomunikasi. Termasuk gamblang memberikan penjelasan kondisi medis pasien.

“Di sinilah uniknya dapat memberikan informasi yang benar. Tanpa memberikan kekhawatiran,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Tasikmalaya ini.

Saat bekerja, suami dr Raden Heni P SPA MKes ini menemukan berbagai keunikan pasiennya, ibu hamil. Ada yang gembira. Namun busa juga mereka khawatir. Karena memikirkan kondisi bayinya di dalam.

“Kalau kondisinya baik harus dijaga. Biasa saya sering mengajak bekerja sama dengan suaminya. Sehingga pasien dapat melahirkan dengan selamat dan lancar,” ujarnya.

Adapun saat kondisi kesehatan janin kurang baik atau mengakibatkan keguguran, dr Polar tetap memberikan informasi yang benar.

Di sinilah ia terus memberikan kentraman kepada pasien tersebut. Dia memberikan masukan yang halus kepada pasien. Agar lebih bisa menerima cobaan. Sehingga lega dan terhibur.

“Saya sering memberikan nasihat yang sejuk. Seperti anak, kehamilan dan keguguran adalah kehendak-Nya,” katanya.


“Maka tetap semangat berdoa dan berusaha. Semoga mendapat rezekinya kembali,” tambahnya.
Uniknya pendekatan dr Polar memberikan kejelasan seputar kesehatan reproduksi secara ramah dan memberikan simpati kepada pasiennya.

Misal kepada pasangan yang belum diberikan anak. Ia terus mengayomi dengan memberikan pesan khusus. Yaitu tetap bersyukur kepada Sang pencipta. Segala sesuatu atas seizin Allah SWT.
“Karena belum mempunyai keturunan harus tetap ikhtiar berobat. Tidak boleh pasrah,” ujarnya.

Kemudian bagi yang sudah melakukan upaya. Terus diberikan edukasi dan pasangan itu harus diajak kerja sama menjadi keluarga yang harmonis.

“Ingin berhasil harus membangun kepercayaan diri dan punya semangat kepada pasangannya,” katanya.
Selama menjadi dokter di bidang kandungan ada kepuasan batin.

Kepuasannya saat membantu program kehamilan dari pasangan sudah kosong 5 tahun. Mereka sudah berusaha ke sana kemari tidak berhasil. Namun setelah diberikan treatment, selama kurang setahun, berhasil hamil dan sampai mereka mempunyai anak.

“Alhamdulillah mereka berhasil program kehamilan dan sampai melahirkan anak. Suatu kepuasan tersendiri dan tidak bisa di materilkan,” ujarnya.

Dia pun senang melihat wajah pasangan yang akhirnya dikarunia Allah SWT mendapatkan momongan. “Sampai-sampai punya dua anak itu dari konsultasi dari saya,” jelasnya.

Kini dia sudah 30 tahun sebagai dokter. Apa yang dilakukan dr Polar tujuannya membantu sesama. Bukan soal pencarian materi. Karena dia meyakini sebaik-baiknya orang adalah berguna untuk orang lain.

“Jadi lakukan terbaik dan senang untuk menolong orang, walau saat tengah malam sekalipun. Saya meyakini semua ini ibadah,” ujar Master Hukum Kesehatan Unisba ini. (riz)

Be the first to comment on "Dokter Banyak Seninya"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: